Cegah Corona, Ganjar Pantau Ketat Pemudik Dini ke Jateng

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 10:04 WIB
Cegah Corona, Ganjar Pantau Ketat Pemudik Dini ke Jateng Gubernur Jawa Tengah ingin pemudik dari Jabodetabek dipantau dengan ketat kondisi kesehatannya (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta jajaran pemerintah kabupaten dan kota mengecek kondisi kesehatan para pemudik dari Jabodetabek dengan lebih ketat. Pendataan mesti langsung dilakukan jika ada yang mengalami gejala klinis virus corona (Covid-19).

"Saya meminta kepada kepala daerah, bupati, walikota untuk mencermati situasi ini. Mohon lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, data setiap perantau yang pulau tolong cek kesehatannya, pantai terus," ucap Ganjar mengutip CNN Indonesia TV, Kamis (26/3).

Menurut Ganjar itu perlu dilakukan mengingat begitu banyak masyarakat yang pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah sejak beberapa hari terakhir.

Dia mengatakan ada ribuan pemudik turun di beberapa terminal seperti terminal di Purwokerto, Wonogiri, Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, dan Cilacap sejak 22 Maret lalu.


"Terjadi peningkatan dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jawa Tengah," ucap Ganjar.

"Saya ingin mencermati pergerakan saudara kita yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Kemarin saya tahu ada 80 bus yang membawa 1776 penumpang dari Jakarta ke Jepara," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
Ganjar juga berharap pemantauan kesehatan pemudik dari Jabodetabek dilakukan hingga level terbawah. Jika ada yang mengalami gejala klinis dan positif corona, maka harus langsung ditelusuri riwayat kontak warga yang bersangkutan.

"Protokol yang sama juga harus diterapkan di level desa, RT dan RW," pungkasnya.

Kasus positif virus corona di Jawa Tengah sendiri ada 38 orang. Ganjar mengatakan telah ada 3 orang meninggal dunia, sementara sisanya masih diisolasi di rumah sakit rujukan di Jawa Tengah.

Ada pula 257 pasien dalam pemantauan (PDP) yang tengah diisolasi. Mereka masih menunggu hasil tes spesimen untuk memastikan positif terjangkit virus corona atau tidak.

Kemudian ada 2.858 orang dalam pemantauan (ODP). Mereka semua diduga menjalin kontak dengan orang yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Dalam lingkup nasional, ada 790 orang positif terjangkit Covid-19 hingga Rabu (25/3). Sebanyak 58 orang meninggal dunia dan 31 orang dinyatakan sembuh dari virus corona.
(khr/bmw)