Uskup Diosis Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC mengatakan ritual jalan salib ditiadakan terkait maraknya penyebaran virus corona. Keuskupan Amboina membawahi gereja katolik di seluruh provinsi Maluku, Maluku utara.
"Antisipasi penyebaran corona semakin meluas, kita tiadakan ritual jalan salib," ujar Mandagi saat dihubungi, Rabu (25/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mandagi menjelaskan nantinya Paskah yang dilakukan seperti jalan salib dan Pekan Suci tak akan dihadiri banyak umat katolik secara fisik.
Lebih lanjut Mandagi menyerukan Jemaat dan Paroki bisa melaksanakan ibadah syukuran misa di rumah masing-masing.
"Boleh di rumah. Jumlah bisa dua atau tiga orang saja, hindari kerumunan," katanya, "Umat dan Paroki bisa imbau agar bisa mencegah wabah virus covid-19."
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Mandagi juga mengimbau agar umat katolik membatasi seluruh kegiatan.
"Misa Hari Minggu, Misa Harian maupun Misa dalam kesempatan lainnya, Ibadat, Devosi, kegiatan rohani seperti Jalan Salib, Rosari, Ziarah, Stasi atau Rukun doa, dan latihan Koor ditiadakan pada Minggu (22/3) sampai Sabtu (4/4)," Kata dia.
Kata Mandagi, para biarawan dan biarawati agar tetap menebarkan harapan kepada umat, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umatnya, terutama di saat-saat sulit seperti saat ini.
"Teguhlah di dalam imanmu," tuturnya.
Dia juga meminta para pastor berdoa agar Indonesia terhindar bahaya wabah corona yang semakin meluas hingga pelbagai daerah.