RS Persahabatan Akui Ada Stigma Warga pada Tenaga Medis

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 11:08 WIB
RS Persahabatan Akui Ada Stigma Warga pada Tenaga Medis Direktur Utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah, membantah ada pengusiran warga terhadap tenaga medis. (CNN Indonesia/Nadhen Ivan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Rita Rogayah membenarkan ada stigma negatif dari warga terhadap petugas medis terkait Virus Corona (Covid-19).

Namun, dia menampik kabar yang menyebutkan tim medis RSUP Persahabatan diusir warga setempat dari rumah atau indekosnya.
"Mereka pokoknya tidak ada yang diusir, tapi memang ada stigma itu betul, tapi tidak diusir," kata Rita saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).

Ia menyatakan hingga kini tim medis tersebut masih tinggal di rumah dan indekos masing-masing. Namun, beberapa diantaranya merasa tidak nyaman dan memutuskan mencari tempat tinggal baru.


"Mereka merasa tidak nyaman, tapi tidak ada [yang tinggal] di RSUP, jadi mereka tidak ada yang katanya diusir, 'saya harus tinggal di rumah sakit', itu enggak ada," tambahnya.

RSUP Benarkan Ada Stigma Warga pada Tenaga Medis Soal CoronaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Menindaklanjuti hal tersebut, Rita mengaku masih melakukan pendataan. Namun, ia tidak menjelaskan detail upaya yang telah dilakukan oleh pihak RSUP Persahabatan.

"Ada beberapa dari mereka [tim medis] menyampaikan, tapi saya masih data," ucapnya.

Selain itu, Rita mengaku telah mendapatkan tawaran bantuan dari beberapa pihak sejak pemberitaan tersebut ramai di media sosial.

"Dengan berita ini telah banyak dukungan bantuan yang datang kepada kami untuk memberikan tempat kepada perawat-perawat tersebut saya ucapkan terima kasih," terangnya.

Merespons ketakutan masyarakat, Rita juga meminta pengertian masyarakat untuk tetap waspada dan tidak perlu paranoid, pasalnya tim medis RSUP Persahabatan telah dibekali protokol penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan protokol kesehatan lainnya.

"Seharusnya tidak perlu terjadi karena perawat-perawat yang bertugas telah menggunakan APD lengkap sehingga sebetulnya mereka terhindar dari virus Covid-19," jelas Rita.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan dokter dan perawat yang ditolak tetangga terjadi di Jakarta Timur, Minggu (22/3). Masyarakat, katanya, merasa khawatir tertular Virus Corona.

Per Rabu (25/3), RSUP Persahabatan tengah mengisolasi pasien terkait covid-19 sejumlah 37 pasien, 18 orang dirawat di ruang isolasi perawatan, sementara 19 orang dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) isolasi.

Terjadi penurunan jumlah pasien setelah sebelumnya pada Selasa (24/3) mengisolasi 42 pasien dengan rincian 19 pasien positif covid-19 dan 23 orang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara itu, data nasional untuk kasus corona per Rabu (25/3) sebanyak 790 kasus positif yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari angka itu, 58 orang telah meninggal dunia dan 31 orang dinyatakan sembuh. Sejumlah petugas medis diketahui menjadi bagian dari yang terinfeksi Corona.


(khr/arh)