Namun, dia menampik kabar yang menyebutkan tim medis RSUP Persahabatan diusir warga setempat dari rumah atau indekosnya.
Ia menyatakan hingga kini tim medis tersebut masih tinggal di rumah dan indekos masing-masing. Namun, beberapa diantaranya merasa tidak nyaman dan memutuskan mencari tempat tinggal baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Selain itu, Rita mengaku telah mendapatkan tawaran bantuan dari beberapa pihak sejak pemberitaan tersebut ramai di media sosial.
Merespons ketakutan masyarakat, Rita juga meminta pengertian masyarakat untuk tetap waspada dan tidak perlu paranoid, pasalnya tim medis RSUP Persahabatan telah dibekali protokol penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan protokol kesehatan lainnya.
"Seharusnya tidak perlu terjadi karena perawat-perawat yang bertugas telah menggunakan APD lengkap sehingga sebetulnya mereka terhindar dari virus Covid-19," jelas Rita.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan dokter dan perawat yang ditolak tetangga terjadi di Jakarta Timur, Minggu (22/3). Masyarakat, katanya, merasa khawatir tertular Virus Corona.
Per Rabu (25/3), RSUP Persahabatan tengah mengisolasi pasien terkait covid-19 sejumlah 37 pasien, 18 orang dirawat di ruang isolasi perawatan, sementara 19 orang dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) isolasi.
Terjadi penurunan jumlah pasien setelah sebelumnya pada Selasa (24/3) mengisolasi 42 pasien dengan rincian 19 pasien positif covid-19 dan 23 orang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
(khr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian