Dua Penyebar Video Hoaks Satpam Terpapar Corona Ditangkap

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 15:24 WIB
Dua Penyebar Video Hoaks Satpam Terpapar Corona Ditangkap Ilustrasi rilis kasus hoaks. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, meringkus dua pelaku penyebar hoaks tentang seorang sekuriti yang pingsan diduga karena virus corona (Covid-19).

Rekaman video insiden pingsannya seorang sekuriti bernama Bagaskara itu beredar di grup WhatsApp. Dalam video itu, Bagaskara terlihat jatuh pingsan di pos penjagaan Rukan Sentral Latumenten, Grogol Petamburan, Jakbar.


"Setelah dilakukan proses penyelidikan gabungan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat bersama Reskrim Polsek Tanjung Duren kemudian kami mengamankan dua orang pelaku penyebar berita hoaks yaitu CL (56) dan LL (29)," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S. Latuheru dalam keterangannya, Kamis (26/3).


Audie menjelaskan dalam kasus ini pelaku CL berperan sebagai orang yang merekam video sambil mengatakan bahwa sekuruti itu terkena virus corona. Sedangkan pelaku LL, diketahui menyebarkan video itu ke grup Whatsapp sehingga menjadi viral.

Audie mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab, hal itu berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.


Sementara itu, Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung menuturkan sebelumnya kepolisian telah menerima laporah ihwal insiden seorang sekuriti yang pingsan.

Kepolisian, kata Agung, bersama dengan petugas kesehatan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan. Korban, lanjutnya, kemudian dibawa ke RS Pelni dengan menggunakan mobil ambulans.

"Didapat keterangan dari petugas medis bahwa korban pingsan, bukan karena terinfeksi virus corona, namun hanya sakit flu biasa dan diperbolehkan untuk rawat jalan," tutur Agung.

Berdasarkan keterangan rekannya, lanjut Agung, korban diketahui memang mudah sakit dan sering pingsan.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 28 ayat 1 jo 45 a ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. Kedua pelaku juga dikenakan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.


[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)