GP Ansor Minta Sebaran Corona Jawa Tengah Dibuka

Antara, CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 17:50 WIB
GP Ansor Minta Sebaran Corona Jawa Tengah Dibuka Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama mengikuti Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah meminta pemerintah membuka informasi tentang data penyebaran wabah virus corona jenis baru (Covid-19) untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat.

"Kami mengusulkan ke pemerintah dari gubernur hingga bupati/wali kota agar data ODP, PDP, hingga positif COVID-19 dibuka dengan tujuan agar masyarakat tahu titik-titik rawan dan berbahaya supaya bisa saling menjaga dan mengawasi," kata Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly di Semarang, Kamis (27/3).
Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan pemerintah karena jumlah pasien positif corona di Jateng mengalami peningkatan dua kali lipat yakni dari 19 orang menjadi 38 orang, empat orang di antaranya telah meninggal dunia.

Selain itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jateng berjumlah 2.858 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 257 orang.


Sholahuddin menyebutkan di kalangan masyarakat saat ini terjadi gejolak, di antaranya kekhawatiran, saling curiga, dan bahkan banyak pula yang terlalu menyepelekan penyebaran corona

"Situasinya sudah mengkhawatirkan, kemarin peningkatannya sudah 100 persen, maka perlu ditingkatkan kepedulian warga, kalau tidak dibuka datanya, masyarakat gak tahu dan ini akan menimbulkan masalah sosial," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]


Ia berpendapat, penanganan penyebaran corona di Indonesia harus ditangani secara bersama-sama oleh semua pihak, bukan hanya pemerintah.

"Penanganan ini harus bahu membahu kerja sama semua warga dan semua pihak untuk saling menjaga diri dan saling mengawasi," katanya.

Sejumlah kader GP Ansor di berbagai daerah di Jateng sudah terlibat aktif melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan penyemprotan cairan desinfektan di tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja, pemukiman penduduk, fasilitas publik, dan lainnya.
(ugo)