PDP Corona Naik, RSMH Palembang Tambah Kapasitas Isolasi

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 00:15 WIB
PDP Corona Naik, RSMH Palembang Tambah Kapasitas Isolasi Ilustrasi ruang isolasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Palembang, CNN Indonesia -- RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bakal menambah kapasitas ruang isolasi karena pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di Sumatera Selatan terus bertambah.

Wakil Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSMH Palembang, Harun Hudari, mengatakan bahwa ruang isolasi yang disiapkan saat ini sebenarnya hanya bisa menampung tujuh pasien.

Dengan demikian, hanya tujuh dari 17 PDP di Sumsel yang bisa dirawat di RSMH Palembang, sisanya di rumah sakit lini kedua yang ditunjuk pemerintah.


Kini, pihaknya tengah menyiapkan ruang lain untuk menambah kapasitas ruang isolasi dengan 20 kamar baru untuk menampung lonjakan PDP virus corona di Sumsel.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona Sumsel per Kamis (26/3) petang, terdapat 25 PDP virus corona di Sumatera Selatan.
Sebanyak delapan di antaranya selesai masa pengawasan dan 17 lainnya masih dirawat. Dari delapan yang selesai proses pengawasan, dua meninggal dan salah satunya dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Enam lainnya dinyatakan negatif.

"Seorang PDP Covid-19 dirawat di salah satu rumah sakit lain yang merupakan rumah sakit lini kedua. Dirawat sesuai standar SOP-nya. Kalau ruangan di RSMH sudah cukup, pasien tersebut akan dipindahkan ke sini," ujar Harun, Kamis (26/3).

Ia berharap tidak hanya RSMH yang dijadikan tempat perawatan PDP di Sumsel, tapi juga empat RS rujukan nasional lainnya dan 42 rumah sakit lini kedua yang sudah ditunjuk.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona Sumsel, Yusri, mengatakan di luar Palembang terdapat dua PDP di Musi Banyuasin, empat di Ogan Komering Ulu (OKU), dan masing-masing satu di Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Pagar Alam.

"Untuk ODP sejauh ini ada 400 orang, 115 di antaranya selesai masa pemantauan. Sisa 285 orang masih dalam masa pantau. Di seluruh 17 kabupaten/kota ada ODP, tapi yang paling banyak jumlahnya di Palembang dengan 152 orang, 56 di OKI, 30 di Muara Enim," ucap Yusri.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona Sumsel, Zen Ahmad, mengatakan bahwa dengan semakin luas daerah transmisi lokal, maka penanganan ODP dan PDP akan ditingkatkan.

Orang yang mengalami satu gejala seperti batuk, demam, pilek, dan batuk, serta baru pulang dari daerah yang sudah ditetapkan sebagai transmisi lokal akan ditetapkan sebagai ODP.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, orang yang sudah merasakan lebih dari satu gejala dan memiliki riwayat interaksi dengan pasien positif Covid-19, akan dimasukkan ke golongan PDP.

"Ke depannya, yang masuk dalam kategori ODP akan ditempatkan di Wisma Atlet atau Asrama Haji untuk mencegah penyebaran," tuturnya.

Saat ini, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang sudah menerima reagen RT-PCR  (Polymerase Chain Reaction) dari Kementerian Kesehatan sehingga tes sampel tidak perlu dikirim ke Jakarta lagi.

"Jadi proses tes sampel akan lebih cepat karena dilakukan di Palembang, tapi nanti ketika di sini dinyatakan positif, akan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pusat," ucap Zen. (idz/has)