Hal itu dikatakannya terkait beredarnya kabar dan video tentang selebgram yang juga pemilik travel di Kota Pontianak yang melakukan perjalanan ke India bersama tujuh warga Kalbar lainnya pada 4 Maret hingga 10 Maret 2020.
"Sudah saya perintahkan isolasi dan jadikan ODP," ungkap Sutarmidji saat dihubungi CNNIndonesia.com, melalui aplikasi pesan singkat, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi riwayatnya dia bersama-sama ke luar negeri, tapi balitanya negatif. kondisinya baik aja. Suaminya sudah ada tes pertama, hasilnya sudah negatif, akan tunggu hasil tes kedua, kalau negatif kita pulangkan," ia menuturkan.
Sutarmidji juga terus mengingatkan agar setiap warga Kalbar tetap di rumah.
[Gambas:Video CNN]
"Kalau tidak ada keperluan mendesak sekali, tetap di rumah. Jaga kebersihan diri, gunakan masker, cuci tangan, makan yang bergizi, dan berjemur di sinar matahari pagi 15 menit. Saya juga sudah minta Pol PP dan Polisi untuk terus lakukan razia ke tempat kerumunan seperti warung kopi. Kita bubarkan kerumunan," katanya.
Dari Satu Data Kalbar, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) per Jumat (27/3) Pukul 10.25 WIB mencapai 37 orang dengan rincian 2 orang meninggal dunia, 22 masih dirawat, 13 orang dinyatakan telah sehat.
Kemudian jumlah ODP di Kalbar sebanyak 2031, dengan jumlah terbanyak ada di Kabupaten Sambas yakni 523 orang.
Sementara, data Pusat menyebut kasus positif Covid-19 di Kalbar mencapai tiga, dan tanpa korban meninggal ataupun sembuh.
Hal itu diketahui saat pria tersebut mengurus surat kehilangan ke kantor Polsek, pada 26 Maret. "Saat ditanya anggota kami ternyata baru datang dari Jepang," ungkap Cherli.
Kemudian pihaknya menyarankan agar laki-laki tersebut melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit. Yang bersangkutan mengaku sudah melakukan pemeriksaan tersebut dan masih menunggu hasil lab.
"Akhirnya kami suruh pulang untuk isolasi mandiri 14 hari," imbuhnya.
Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta warga yang berkukuh ke luar negeri sebagai ODP. (Jessica Helena Wuysang) |
Salah satu poin dari Surat Edaran tersebut adalah meminta kepada Perangkat Desa hingga tingkat RT agar melakukan pendataan terhadap warga pendatang, serta mensosialisasikan ke masyarakat agar warga tersebut melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Terkait korban Covid-19, di Yogyakarta sendiri kini ada dua tambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Rumah Sakit.
"Keduanya meninggal, belum ada hasil laboratorium," ungkap Berty, Jumat (27/3).
Menurutnya, PDP di RSUD Sleman mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta. Sedangkan PDP di RS Panti Rahayu, ada riwayat anak almarhumah baru datang dari Jakarta.
(dho/sut/arh)
Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta warga yang berkukuh ke luar negeri sebagai ODP. (