Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dari keseluruhan alat rapid tes tersebut, sebanyak 8.400 di antaranya merupakan gelontoran dari pemerintah pusat. Sedangkan 10.000 sisanya merupakan bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha.
"Dari total [alat] rapid test yang ada di Jawa Timur, sebanyak 18.400, malam tadi yang kami bagi ke daerah ada sebanyak 16.600. Untuk 65 rumah sakit rujukan sebanyak 9.500, dan 7.020 untuk dinas kesehatan kabupaten/kota di Jawa Timur. Sisanya sebanyak 1.800 kita gunakan untuk bufferstock," kata Khofifah di Surabaya, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi rumah sakit yang sudah mendapatkan alat rapid test, maka saya minta untuk segera melakukan rapid test virus corona ini. Akan tetapi penting diingat jangan sampai tesnya dilakukan secara massal dan malah membuat pusat keramaian baru. Tetap jaga jarak aman," ujar Khofifah.
Rapid test adalah cara deteksi virus corona jenis SARS-COV-2, melalui metode pengambilan sampel darah. Hasil dari tes tersebut bisa diketahui hanya dalam hitungan waktu 15 menit hingga 20 menit.
Lebih lanjut, Mantan Menteri Sosial RI ini juga menjelaskan ada empat golongan prioritas untuk mendapatkan rapid test ini. Yang pertama yakni para tenaga medis.
"Prioritas pertama, adalah yang mengalami kontak erat risiko tinggi. Mereka adalah yang memiliki kontak dengan kasus konfirmasi positif Covid-19. Termasuk di dalamnya adalah tenaga kesehatan, dokter, perawat dan juga yang mengantar dan membersihkan ruangan di tempat orang positif Covid-19 dirawat," kata Khofifah.
Selain itu, yang juga masuk dalam prioritas pertama juga mereka yang berada dalam satu ruangan yang sama dengan pasien kasus positif mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul. Serta, orang yang bepergian bersama dengan segala jenis alat angkutan atau kendaraan mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, per Kamis (26/3), total kasus positif corona di Jawa Timur kini telah mencapai 59 orang. Dengan rincian di Surabaya ada 33 orang, di Kabupaten Sidoarjo ada 8 orang, di Magetan ada 8 orang, Kabupaten Malang ada 4 orang, Kabupaten Kediri 2 orang, dan Kota Malang 2, Kabupaten Blitar ada 1 orang serta Gresik ada 1 orang.
Sedangkan yang terkonfirmasi pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim 221 orang, dan untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang terkonfirmasi ada 3.055 orang.
Dari total jumlah kasus positif corona di Jatim, 7 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan yang meninggal menjadi 3 orang yaitu 1 orang dari Surabaya, 1 orang dari Sidoarjo, dan 1 orang dari Malang. (frd/wis)