Merapi Erupsi, Sebagian Magelang Diguyur Hujan Abu

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 13:55 WIB
Merapi Erupsi, Sebagian Magelang Diguyur Hujan Abu Ilustrasi Gunung Merapi erupsi (Dok. BPPTKG)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga di sebagian desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah sempat panik dan berlarian keluar rumah saat mendengar suara gemuruh dari arah Gunung Merapi. Hujan abu juga melanda wilayah Kabupaten Magelang akibat erupsi tersebut.

Kepala Desa Klakah, Marwoto mengatakan suara letusan dari arah gunung Merapi juga terdengar dari wilayahnya. Warga kaget dan langsung berlarian keluar dari rumah.

"Warga sempat panik karena puncak Merapi tertutup kabut tebal saat kejadian. Puncak Merapi tidak terlihat, tiba-tiba asap membumbung tinggi condong ke arah barat dan selatan," katanya mengutip Antara, Jumat (27/3).


Kepanikan tak berlangsung lama. Warga kemudian beraktivitas kembali seperti biasanya.

Suara gemuruh juga mengagetkan warga Desa Jrakah, Boyolali. Kepala Desa Jrakah, Marwoto mengatakan warga sempat panik saat mendengar suara gemuruh dari puncak Gunung Merapi pada pukul 10.56 WIB.

Akan tetapi, warga Desa Jrakah yang mayoritas petani lanjut bekerja kembali saat tahu Merapi erupsi. Petugas setempat mengimbau agar warga tetap waspada.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, sebagian wilayah di Kabupaten Magelang dilanda hujan abu akibat erupsi dari Gunung Merapi.

Petugas Pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan, Magelang, Yulianto mengatakan erupsi terjadi pukul 10.56 WIB dengan ketinggian kolom sekitar 5.000 meter di atas puncak Merapi.

Beberapa daerah lalu melaporkan dilanda hujan abu, yaitu wilayah Mangunsuko, Banyubiru, dan Keningar di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Yulianto mengatakan saat ini Gunung Merapi berstatus Level II atau waspada. Potensi ancaman bahaya berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Warga Magunsuko, Kecamatan Dukun, Sutar, mengatakan hujan abu terjadi tak lama setelah Merapi erupsi. Meski demikian, warga tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Kepala Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Tanto Heryanto mengatakan, hujan abu disertai pasir terjadi di Desa Dukun sekitar pukul 11.02 WIB. Tanto menyebutkan hujan abu juga terjadi di Desa Sumber, Krinjing, Keningar dan Ngargomulyo.

"Teman-teman di Krinjing, Sumber, Keningar dan Ngargomulyo melaporkan kalau hujan abu," ujarnya.
(Antara/bmw)