Mahfud Sebut Indonesia Butuh Jutaan APD untuk Tangani Corona
CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2020 23:57 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD, mengatakan bahwa Indonesia saat ini masih memerlukan jutaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang menangani pasien positif virus corona.
Mahfud melontarkan pernyataan ini merujuk pada perkiraan terburuk jika situasi saat ini berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, maka 19 ribu APD yang ada sekarang tidak akan mencukupi.
"Kalau diperkirakan secara pesimis, misalnya situasi ini kan berlangsung sampai sekian bulan, itu kita memerlukan jutaan," kata Mahfud saat melakukan konferensi pers virtual, Jumat (27/3).
Mahfud mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya memang sempat cemas dengan kekurangan APD beberapa waktu ke belakangan.
Namun, saat ini kecemasan itu berangsur bisa terkendali lantaran sejumlah APD yang diproduksi di dalam negeri telah siap digunakan.
"Dan juga ada beberapa yang impor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan APD bagi petugas pelayanan medis baik dokter maupun perawat," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Untuk saat ini, Mahfud mengakui alat kesehatan yang kurang dimiliki Indonesia adalah ventilator. Sementara itu, banyak kasus meninggal karena pasien tidak dapat jatah ventilator.
Menurut Mahfud, jumlah ventilator memang kurang dan tengah menjadi rebutan banyak negara sejak Covid-19 mewabah di dunia.
"Banyak di luar negeri juga yang enggak kebagian ventilator. Tadi kita baca data-data dari luar negeri, banyak juga yang tidak kebagian ventilator," katanya. (tst/has)
Mahfud melontarkan pernyataan ini merujuk pada perkiraan terburuk jika situasi saat ini berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, maka 19 ribu APD yang ada sekarang tidak akan mencukupi.
"Kalau diperkirakan secara pesimis, misalnya situasi ini kan berlangsung sampai sekian bulan, itu kita memerlukan jutaan," kata Mahfud saat melakukan konferensi pers virtual, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan juga ada beberapa yang impor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan APD bagi petugas pelayanan medis baik dokter maupun perawat," katanya.
Untuk saat ini, Mahfud mengakui alat kesehatan yang kurang dimiliki Indonesia adalah ventilator. Sementara itu, banyak kasus meninggal karena pasien tidak dapat jatah ventilator.
Menurut Mahfud, jumlah ventilator memang kurang dan tengah menjadi rebutan banyak negara sejak Covid-19 mewabah di dunia.
"Banyak di luar negeri juga yang enggak kebagian ventilator. Tadi kita baca data-data dari luar negeri, banyak juga yang tidak kebagian ventilator," katanya. (tst/has)