Positif Corona di Sumut Bertambah Jadi 14 Orang, 4.064 ODP

CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2020 19:38 WIB
Positif Corona di Sumut Bertambah Jadi 14 Orang, 4.064 ODP Ilustrasi penanganan pasien corona. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 di Sumatra Utara (Sumut) per Sabtu (28/3) melonjak menjadi 14 orang. Angka orang dalam pemantauan (ODP) juga dilaporkan naik pesat.

"Sehari sebelumnya pasien positif ada 9 orang," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut, Mayor KES dr Whiko Irwan, Sabtu (28/3).

12 orang dilaporkan masih dirawat di ruang isolasi rumah sakit, sedangkan 2 orang lainnya meninggal dunia. Tak hanya itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga naik menjadi 77 orang dari sebelumnya ada 76 orang.


"Para PDP ini tersebar di Kota Medan, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Serdang Bedagai. Kemudian untuk PDP negatif Covid-19 yang saat ini sudah pulang ada 3 orang dan PDP negatif Covid-19 yang masih dirawat ada 18 orang," paparnya.
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi kategori yang paling naik signifikan menjadi 4.064. Padahal sehari sebelumnya ODP di Sumut sempat turun menjadi 2.995 orang.

"Data tersebut dikoordinasikan dengan petugas dari TNI/Polri. Jadi mereka tetap diawasi. Masyarakat bisa mendapatkan data sebaran Covid-19 di Sumut dengan melihat web: covid19sumut.go.id," kata dia.
Positif Corona di Sumut Tambah Jadi 14 Orang, 4.064 ODPFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Rapid test untuk tenaga medis di Jabar

Sementara itu, sejumlah tenaga medis dari dinas kesehatan melakukan rapid test atau tes cepat secara masif yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rapid test kali ini dilakukan secara drive thrue di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu (28/3).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut tes masif Covid-19 dengan drive thru tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Mereka yang menjalani pemeriksaan adalah warga dengan kategori B.

"Hasilnya dikirim ke hape masing-masing," tutur Emil dalam akun Instagramnya @ridwankamil.

Seperti diketahui, tes masif yang dilakukan Pemprov Jabar diprioritaskan untuk masyarakat yang masuk tiga kategori.
Pertama, adalah kategori A yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti orang dalam pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, pasien dalam pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani Covid-19.

Kedua, Kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Ketiga, Kategori C meliputi masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit Covid-19.

"Tes masif kategori A (ODP), PDP beserta keluarga dan teman-teman dekatnya, dokter dan tenaga kesehatan) sudah selesai, dan sedang direkap hari ini. Sementara hasil ada sekian persen yang positif," tambah keterangan Emil.

"Insya Allah peta persebaran sudah mulai terlihat jelas. Dan tindakan kita, bisa lebih terukur dan lebih gesit," ujarnya. (fnr/hyg/ain)