Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas Penanganan Virus Corona Jatim dr Joni Wahyuhadi mengatakan rapid test itu diperuntukkan bagi orang-orang beresiko tinggi, yakni petugas medis, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).
"Tujuannya untuk orang yang berisiko tinggi yaitu pemberi layanan baik dokter perawat. Alhamdulillah sudah dilakukan rapid test sampai jam 1 (pukul 13.00 WIB) teridentifikasi 541 test," kata Joni, Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"4 PDP, 1 ODP rapid test-nya positif. Tapi hasil rapid test positif semua di PCR untuk memastikan. Kalau hasil swab-nya positif maka yang menanggung pembiayaan adalah pemerintah pusat. Tapi kalau negatif, maka ditanggung Pemprov Jatim," kata Khofifah.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut Khofifah mengatakan darj 18.400 alat rapid test yang telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Jatim, hingga Jumat (28/3), baru 30 kabupaten/kota yang telah melaksanakan rapid test kepada para targetnya.
"Kami berharap bahwa 8 daerah lain yang belum melaksanakan rapid test tolong dilaksanakan berbagai percepatan. Ini akan memiliki signifikansi terhadap tracing yang kami lakukan bersama," kata dia.
Sementara itu, jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Jatim terus bertambah, Sabtu (28/3), 77 orang dinyatakan positif, 307 PDP, 4.568 ODP, 8 Sembuh, dan 4 meninggal dunia.