RS Wisma Atlet Rawat 387 Pasien, 77 Orang Positif Corona

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 13:24 WIB
Menurut data per Minggu pukul 08.00 WIB, RS Darurat Wisma Atlet merawat 239 pria dan 148 wanita, 77 orang di antaranya positif, 223 orang PDP, dan 87 ODP. Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran dilaporkan sedang merawat 387 pasien terkait virus corona (Covid-19) hingga Minggu (29/3) pukul 08.00 WIB.

"Dengan rincian 239 pria dan 148 Wanita," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono melalui pesan singkat, Minggu (29/3).


Dari data itu diketahui sebanyak 77 orang merupakan pasien positif Covid-19. Sedangkan 223 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 87 orang Orang Dalam Pemantauan (ODP).


"[Pasien] positif covid sebanyak 77 orang," ucap Yudo.

Diketahui, hingga Sabtu (28/3), pemerintah pusat menyatakan terdapat 1.155 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sejauh ini 102 pasien dinyatakan telah meninggal dunia dan 52 pasien sembuh.

Wisma Atlet sendiri telah beroperasi sebagai Rumah Sakit Darurat Corona sejak Senin (23/3). Fasilitas ini diketahui mampu menampung hingga 3.000 pasien yang terdiri dari 1.700 orang di tower 7 dan 1300 orang di tower 6.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan tower 4 dan tower 5 untuk digunakan sebagai tempat perawatan jika nantinya jumlah pasien melonjak.

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa Wisma Atlet hanya digunakan untuk merawat pasien dengan kondisi ringan hingga sedang dengan usia pasien di bawah 15 tahun. Jika kondisi pasien berat maka akan segera dirujuk ke rumah sakit lain yang telah ditunjuk pemerintah untuk penanganan Covid-19. 

[Gambas:Video CNN]


Selain di Kemayoran, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menyiapkan Wisma Atlet Jakabaring menjadi fasilitas penanganan Covid-19. Namun Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan wisma atlet itu dijadikan orang dalam pemantauan (ODP) Center.

Sebanyak 900 kamar di wisma atlet Jakabaring akan digunakan untuk perawatan. Daya tampung maksimal fasilitas ini merawat 2.000 ODP. (dis/fea)