Tolitoli Sulteng Tutup Akses Transportasi Selama 14 Hari

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 19:26 WIB
Tolitoli Sulteng Tutup Akses Transportasi Selama 14 Hari Ilustrasi isolasi imbas corona. (AP/Emilio Morenatti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) menutup total seluruh akses transportasi masuk dan keluar di daerah perbatasan Sulteng-Gorontalo itu, guna mencegah penyebaran virus corona COVID-19 setelah dua pasien di Sulteng dinyatakan positif corona.

"Akan kita berlakukan mulai Senin (30/3), pukul 00.00 Wita selama 14 hari ke depan," kata Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan saat dikonfirmasi Antara melalui sambungan telepon, Sabtu malam.

Dia mengatakan tindakan itu dilakukan sebagai langkah preventif sebelum warganya terjangkit virus corona baru itu.


"Jangan nanti terjangkit baru ambil tindakan, itu keliru. Kita harus berani ambil tindakan sebelum warga terjangkit," katanya.

Dia mengatakan penutupan akses tersebut dilakukan di darat, laut, dan udara. Di darat Tolitoli berbatasan dengan Kabupaten Donggala bagian selatan, di bagian timur berbatasan dengan Parigi Moutong, dan bagian utara berbatasan dengan Gorontalo.


Daerah itu juga memiliki akses pelabuhan laut di Dermaga Pelabuhan Dede untuk kapal penumpang dan barang.

Saleh mengatakan arus orang sama sekali tidak diizinkan masuk kecuali barang, khususnya sembako, yang itu pun melalui pemeriksaan ketat dan penyemprotan desinfektan.

"Barang dari kapal boleh diturunkan tetapi penumpang tidak boleh turun," katanya.

Di Bandara Lalos, kata Saleh, jadwal penerbangan hanya boleh dua kali sepekan dan seluruh penumpang dipastikan sudah steril dari gejala umum COVID-19. Dia sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI serta Satuan Polisi Pamong Praja untuk menjaga seluruh pintu masuk dan keluar Tolitoli.

[Gambas:Video CNN]

Dalam beberapa hari ini, kata Saleh, daerahnya masih memberlakukan jam buka tutup dari pukul 06.00 sampai 22.00 Wita di seluruh perbatasan.

"Tetapi mulai Senin besok pukul 00.00 kita tutup total," katanya.

Atas rencana penutupan itu, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang hendak melintas di Kabupaten Tolitoli untuk sementara daerah itu tidak bisa dilintasi guna mencegah penyebaran COVID-19.

Terkait dengan aktivitas dalam daerah, katanya, masih berjalan seperti biasa namun pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak berkerumun dan keluar rumah serta menjaga jarak.

"Hari-hari biasa masih berlangsung normal, tetapi kita sudah imbau dibatasi. Warung tetap buka tetapi kita minta pesanan dibungkus, tidak makan di tempat," katanya.


Terkait dengan pelayanan kesehatan, dia mengakui fasilitas rumah sakit masih terbatas. Meski begitu, pemerintah tetap menyediakan ruang rawat inap jika sewaktu-waktu ada rujukan dengan gejala umum COVID-19.

Dari 28 kasus PDP COVID-19 di Sulteng, terdapat satu PDP di Tolitoli, namun hasil pemeriksaan menyebutkan negatif. Hingga Sabtu malam terdapat dua PDP positif corona, yakni di Kota Palu.


(antara/DAL)