TNI Siagakan Pasukan di Pegunungan Bintang Papua

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 16:30 WIB
TNI mengerahkan pasukan untuk bersiaga di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua menyusul insiden penembakan Pesawat CASA TNI AU oleh orang tak dikenal pekan lalu. Ilustrasi. TNI mengerahkan pasukan untuk bersiaga di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua menyusul insiden penembakan Pesawat CASA TNI AU oleh orang tak dikenal pekan lalu. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Nasional Indonesia atau TNI mengerahkan pasukan untuk bersiaga di Kabupaten Pegunungan BintangPapua menyusul insiden penembakan Pesawat CASA CN A-2909 milik TNI AU oleh orang tak dikenal Senin (23/3) pekan lalu.

Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan penyiagaan pasukan itu semata untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.

"Dengan disiagakannya pasukan TNI di Kabupaten Pegunungan Bintang diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akhir-akhir ini banyak mendapat teror dari KKB", ujar Binsar melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (30/3).

Binsar mengatakan pasukan TNI telah memukul mundur kelompok kriminal bersenjata usai kontak tembak di Distrik Serambakon, wilayah yang dilewati Pesawat CASA CN A-2909 milik TNI AU ketika hendak mendarat di Bandara Oksibil.


"Anggota yang kita siagakan telah memukul mundur KKB dari distrik Serambakon, sehingga diharapkan penerbangan di bandara Oksibil dapat berjalan aman seperti biasanya. Dan sampai saat ini kami telah menguasai markas mereka", tambahnya.

Insiden penembakan CASA CN A-2909 milik TNI AU terjadi pekan lalu saat pesawat melintas di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Komandan Lanud Silas Papare Sentani Marsekal Pertama Tri Bowo mengatakan, dari lubang yang terdapat di dinding pesawat diperkirakan peluru kaliber 5,56 mm. Kata dia, senjata api yang digunakan untuk menembak diduga jenis M-16.

[Gambas:Video CNN]



TNI kini masih mengusut kejadian tersebut untuk menggali lebih dalam, termasuk untuk mencari tahu apakah penembakan tersebut menggunakan senjata dari helikopter MI 17 yang jatuh dalam penerbangan Oksibil-Sentani.

Helikopter MI 17 yang jatuh di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang diketahui membawa 12 kru dan penumpang dengan 11 pucuk senjata api berbagai jenis. Saat evakuasi jenazah, pertengahan Februari, 11 pucuk senjata api tidak ditemukan di lokasi dekat puing helikopter dan diduga sudah diambil masyarakat. (ndn/gil)