Ma'ruf Amin Bantah Papua Lockdown karena Corona

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 16:14 WIB
Ma'ruf Amin Bantah Papua Lockdown karena Corona Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan penutupan akses penerbangan dan pelayaran ke Papua bersifat sementara untuk mencegah penyebaran virus corona. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan tidak ada penerapan status lockdown atau isolasi di Provinsi Papua. Penutupan akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Bumi Cendrawasih mulai 26 Maret hingga 9 April 2020, hanya bersifat sementara guna mencegah penyebaran virus corona.

"Saya kira itu mungkin kebijakan sementara saja, tidak dalam pengertian lockdown, tapi untuk membatasi, untuk mencegah masuk orang-orang yang diduga atau dikhawatirkan akan memberikan penularan corona," kata Ma'ruf saat melakukan teleconference dengan pewarta, Kamis (26/3).

Pasien positif virus corona di Papua berjumlah tiga orang per Selasa (24/3) lalu. Ma'ruf bilang penutupan akses diharapkan bisa mencegah jumlah pasien bertambah.


Menurut Ma'ruf, Pemprov Papua tengah fokus untuk menangani virus tersebut agar tak semakin menyebar di Papua.

Ma'ruf menambahkan sampai saat ini Presiden Joko Widodo tak memberlakukan status lockdown di Indonesia.

Daerah-daerah yang memiliki status intensitas penyebaran virus corona tinggi, ditegaskan Ma'ruf hanya menerapkan instrumen pembatasan fisik (physical distancing) dan disiplin yang ketat bagi warganya.

"Seperti di Jakarta, maka di Jakarta sudah memberlakukan belajar dari rumah, sekolah diliburkan, kemudian [salat] Jumat ditiadakan. Kemudian juga membatasi orang bergerak keluar-masuk Jakarta. ini bagian dari meningkatkan disiplin, penerapan physical distancing," kata Ma'ruf.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan akses orang dan penumpang dari laut dan udara ditutup sementara untuk menekan penyebaran virus corona di Papua. Pengecualian diberlakukan bagi angkutan barang dan bahan makanan.

Status Siaga Darurat sudah ditetapkan di Papua mulai 17 Maret lalu hingga 17 April nanti.

Penetapan status ini dilakukan seiring peningkatan jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif corona di Papua. (rzr/wis)