SUARA ARUS BAWAH

'Kami Coba Taati Pemerintah, Tapi Harus Bertahan Hidup'

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 07:25 WIB
Para pekerja informal mengungkapkan keluh kesah mereka karena pendapatannya berkurang akibat pembatasan sosial mencegah virus corona (Covid-19). Tempat bermain dan olahraga terbuka seperti di kawasan lapangan Banteng, Jakarta Pusat, ditutup sementara sebagai bagian dari kewaspadaan atas virus corona (Covid-19). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suara pria di seberang sambungan telepon itu terdengar tengah menertawakan kondisi kehidupannya akibat dari wabah virus corona (Covid-19) yang memengaruhi ladang pencarian nafkahnya. Sebagian bingung untuk mencari penghasilan untuk bertahan hidup di saat pembatasan sosial.

Ade Wihartoyo, 38, adalah penyedia jasa penyanyi dangdut yang usahanya terkena dampak dari pembatasan sosial (social distancing) virus yang telah menjadi pandemi global itu. Akibat wabah virus corona (Covid-19) ini, puluhan acara di mana jasa dirinya digunakan disebutkan telah dibatalkan lantaran izin keramaian tidak dikeluarkan.

"[Berpengaruh] banget. Sudah 10 hari job [enggak ada], dari yang job cancel enggak ada job lagi," kata Ade sembari tertawa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (30/3) sore.


Kemudian, nada suaranya menurun. "Yang di-cancel ada Papua ada tiga titik, yang masih tentatif, yang jelas sudah pasti cancel itu perusahaan rokok, itu Rheyna Morena 12 titik. Itu medium event," ujarnya.

Ade Kunci-- sapaan karibnya-- yang juga merupakan seorang produser musik itu mengatakan bersama rumah produksinya, Flow Music, sebagai sektor industri kreatif itu sumber pendapatannya lumpuh akibat wabah virus corona.

"Jadi, enggak hanya itu[penyedia jasa penyanyi] sih. Gua sebenarnya produser. Mungkin credit title jarang dibaca orang. Ada beberapa talent sih, enggak hanya dangdut. Dari dulu sampai sekarang memang pekerjaannya di dapurnya; studio rekaman," ucap Ade.

"Kalau gua kan lebih ke harian, ya, kalau dibilang gua itu kerja untuk mengolah, ya. Ya, sampai 10 hari ini gua enggak ada job," lanjutnya.

Kendati demikian, Ade tidak pesimistis. Ia mengaku telah memiliki solusi guna mengantisipasi apabila virus corona semakin meluas dan karantina wilayah diberlakukan. Saat ini, Ade menyatakan tengah menggodok aplikasi live streaming untuk menonton musik secara daring.

Nantinya, kata dia, pihaknya akan bekerja sama dengan operator dompet virtual yang dijadikan sarana sebagai 'saweran' sebagai bayarannya, juga lewat monetisasi di media sosial seperti Instagram dan Youtube.

Ade pun berharap agar pemerintah baik pusat maupun daerah supaya lebih intens dalam menggalakkan kebijakan social maupun physical distancing. Pasalnya, ia masih melihat banyak warga DKI Jakarta yang tidak peka terhadap imbauan tersebut.

"Enggak berharap mengemis minta sumbangan, lebih ke minta penanganan yang lebih serius saja [dari pemerintah]," harapnya.

Corona dan Kecemasan Karantina Bagi Para Pekerja InformalBanyak pekerja kreatif, seperti penyanyi panggung yang penghasilan berkurang akibat pembatasan sosial atasi penyebaran virus corona (Covid-19). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Berbeda dengan Ade, Satrio Noor Hutomo, 27, masih memikirkan ladang mencari uang andai pemerintah benar-benar mengambil kebijakan untuk melakukan karantina wilayah guna menekan angka penyebaran virus corona.

Ia menduga bakal banyak tabungan yang dikeluarkan jika keputusan itu diambil. Namun, sayangnya, Satrio memperkirakan uang itu akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beberapa pekan saja.

"Kalau misalkan dikarantina kita harus mengocek uang pribadi, tabungan harus dipertaruhin; keluarin. Tapi, kan, itu cuma paling bisa bertahan beberapa minggu saja. Setelah itu, saya bingung gimana cari penghasilannya," kata Satrio kepada CNNIndonesia.com, Senin.

Pria yang berprofesi sebagai pelatih pribadi (personal trainer) Muaythai itu mengaku saat ini banyak kliennya yang cuti menggunakan jasanya lagi. Ia mengeluh penghasilannya menurun drastis setelah pemerintah mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret lalu.

"Apalagi kalau personal trainer lebih banyak yang ini, bukan yang dibayar per bulan. Tapi, per sesi, per pertemuan. Itu yang bikin sulit. Jadi, kita enggak punya jaminan kayak orang kantor itu yang tiap bulan dia dapat gaji," ujar pria yang berdomisili di Depok, Jawa Barat tersbeut.

Satrio melayani jasa latihan Muaythai untuk daerah Depok, Jakarta dan Bekasi. Sekali pertemuan berlangsung selama 1,5 jam dengan bayaran yang dipukul rata setiap wilayahnya, yakni Rp350 ribu.

"Untuk belakangan ini, yang terbaru saya ada enam klien. Jadi, yang dua di kantor; saya ngajar di kantor. Yang sisanya private ke rumah-rumah," ujar dia menjelaskan sumber pendapatannya yang hilang akibat wabah virus corona.

Satrio saat ini tinggal bersama seorang istrinya yang merupakan pekerja kantoran.

Ia pun menuntut pemerintah agar memenuhi hak rakyat jika karantina dilakukan. Ada pun sejumlah hak itu meliputi hak untuk mendapatkan makanan, pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama karantina.

"Kalau bisa, ada bantuan pemerintah buat kita," ucapnya.

Corona dan Kecemasan Karantina Bagi Para Pekerja InformalSeorang pelatih Muaythai sedang memerhatikan muridnya mempraktikkan tendangan dan pukulan yang telah diajarkan. (CNN Indonesia/Artho Viando)


Sementara itu, Ahmad Lukman (28), memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah, pada pekan lalu. Ia yang berprofesi sebagai pedagang nasi goreng di Jalan Rasuna Said, Kuningan, ini mengatakan pendapatannya menurun usai 'jaga jarak' digaungkan.

"Sudah pasti. Pokoknya turun drastis banget. bayangin saja biasanya kan kalau buat normal penghasilan itu, Alhamdulillah, bisa buat belanja terus ada lebihnya walaupun kadang sedikit," tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

"Ini kan setelah kabar, ya, teror-teror itu, wabah, ya, turunnya enggak wajar saja. Soalnya boro-boro buat nyambung buat belanja lagi, malah rugi," lanjutnya.

Selain soal pendapatan, perhitungan biaya kehidupan ke depan menjadi sebab Lukman kembali ke kampung halaman di Jawa Tengah itu lebih awal.

"Sudah balik lama, Bro. Sekitar seminggu sudah balik ke Kampung, Tegal," imbuhnya.

Lukman pun lantas menceritakan kondisi di Tegal saat ini. Kata dia, Tegal sudah menerapkan karantina wilayah yang di mana sebagian besar ruas jalan sudah ditutup. Penutupan jalan menggunakan movable concrete barrier (MBC) beton.

"Tegal kan, 31 Maret, eh 29 Maret juga sudah karantina wilayah. Pokoknya beberapa akses jalan sudah ditutup. Ada yang pakai beton, ada yang pakai [penghadang] biasa," kata dia.

Corona dan Kecemasan Karantina Bagi Para Pekerja InformalIsolasi wilayah Tegal dilakukan dengan menutup sebanyak 50 titik jalan masuk, dan hanya dibuka satu jalan dengan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan untuk antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Teruntuk kondisi saat ini, dan jika nantinya karantina wilayah dilakukan, ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa sembako dan kebijakan penangguhan angsuran.

"Karena kebanyakan keluhan masyarakat ya, itu, mereka bingung bayar cicilan, mereka bingung karena enggak punya banyak uang untuk menyetok bahan untuk keperluan harian," kata Lukman.

"Di sini saya mencoba taat sama pemerintah dengan mengisolasi diri, tapi harusnya pemerintah mengerti dalam isolasi diri kami juga butuh makanan untuk bertahan hidup," ujarnya lagi.

Jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Indonesia per Senin (30/3) berada di angka 1.414 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 122 orang, dan yang sembuh 75 orang.

[Gambas:Video CNN]
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah tengah menggodok regulasi yang mengatur karantina di daerah terdampak Covid-19 atau penyakit virus corona.

Muhadjir mengatakan merujuk pada UU omor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, pada Pasal 49 diatur empat pilihan karantina yang bisa dilakukan. Yakni karantina rumah, karantina wilayah, karantina rumah sakit atau pembatasan sosial berskala besar.

Dalam hal ini karantina provinsi masuk ke kategori pembatasan sosial berskala besar. Sedangkan karantina wilayah merupakan pembatasan di wilayah dalam provinsi.

"Karantina wilayah itu misalnya ada RT yang di situ ada beberapa orang yang terbukti terjangkit Covid-19. kemudian RT itu dinyatakan tertutup. Semua penghuninya itulah kebutuhan jadi tanggung jawab pemerintah," katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin.

(ryn/kid)