Anies Minta RT-RW Identifikasi Kelompok Rentan Corona

yoa, CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 04:53 WIB
Anies Minta RT-RW Identifikasi Kelompok Rentan Corona Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan kepada para Ketua RT, RW dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melakukan identifikasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang rentan tertular virus corona (Covid-19).

"Mereka adalah warga lanjut usia di atas 60 tahun, kemudian penyandang penyakit bawaan misalnya ada diabetes, penyakit jantung atau penyakit paru, tekanan darah tinggi," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/3).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan para Ketua RT, RW dan Kader PKK tersebut juga diminta untuk memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada kelompok rentan tersebut.


"Ada sebagian dari lansia yang tinggal sendiri tanpa didampingi keluarganya, di situ harus ada pendampingan khusus. Kita sudah sampaikan pada ketua RT RW untuk bisa memberi dukungan agar mereka bisa tetap bertahan di rumah tanpa harus keluar," ucap dia

Jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta per Senin (30/3) mencapai angka 720 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 76 orang, dan jumlah yang sembuh 48 orang.

"Kalau kita perhatikan lonjakan angka kasus cukup besar, karena itu pada seluruh masyarakat untuk serius dalam melakukan pembatasan jaga jarak atau physical distancing untuk mencegah penularan. Ini harus dikerjakan secara serius," Kata Anies.

Ia menambahkan Pemprov DKI juga telah mengurus 283 jenazah sepanjang 6 sampai 29 Maret 2019 dengan menggunakan protap penanganan pasien virus corona.

Anies menjelaskan protap Covid-19 yang diterapkan yakni jenazah dibungkus dengan plastik, menggunakan peti, lalu harus dimakamkan kurang dari 4 jam oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

[Gambas:Video CNN]
"Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh, masyarakat Jakarta jangan pandang angka ini sebagai angka statistik. 283 itu bukan angka statistik, itu adalah warga yang bulan lalu sehat, yang bulan lalu bisa berkegiatan, mereka punya istri, punya saudara," kata Anies.

Anies menjelaskan jumlah jenazah yang ditangani dengan protap Covid-19 lebih besar dari angka resmi kematian akibat virus corona.

Menurutnya, perbedaan jumlah bisa terjadi karena pasien yang meninggal belum sempat dilakukan tes atau sudah dites tetapi meninggal sebelum keluar hasilnya. (wis)