Modus Baru Perampokan, Menyamar Petugas Semprot Disinfektan
CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2020 18:17 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah virus corona melahirkan modus baru dalam kasus perampokan, yakni dengan menyamar menjadi petugas yang menyemprotkan disinfektan di rumah warga.
Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI yang digelar melalui teleconference dan disiarkan TV Parlemen.
"Ada modus terbaru yang bapak biar tahu, pura-pura dia (pelaku) datang pakai APD mau nyemprot, tahu-tahunya merampok," kata Idham dalam rapat, Selasa (31/3) siang.
Polisi telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi modus kejahatan tersebut. Salah satunya, kata Idham adalah dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus.
"Sudah kami siapkan satgasnya," kata Idham.
Dalam rapat itu pun, Idham mengatakan bahwa terdapat pihak-pihak yang coba memasuki wilayah Indonesia untuk menyebarkan narkoba di tengah wabah corona.
Bandar narkoba, kata Idham, mencoba untuk mengambil jalur-jalur yang dianggap lengah untuk mendistribusikan barang haram tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Situasi lagi corona, banyak juga yang mengambil kesempatan, masuk khususnya pantai timur, kemudian daerah Kalbar, kemudian lubang jalan-jalan tikus itu dijadikan kesempatan untuk masuk," jelas Idham.
"Kami sudah bentuk satgas tertentu penanganan narkoba," tambah dia lagi.
Menurut Idham, selama hampir satu bulan wabah corona di Indonesia, kepolisian masih tetap bisa mengungkap kasus-kasus penyelundupan narkoba di beberapa wilayah Kepolisian Daerah (Polda). (mjo/wis)
Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI yang digelar melalui teleconference dan disiarkan TV Parlemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kami siapkan satgasnya," kata Idham.
Bandar narkoba, kata Idham, mencoba untuk mengambil jalur-jalur yang dianggap lengah untuk mendistribusikan barang haram tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Situasi lagi corona, banyak juga yang mengambil kesempatan, masuk khususnya pantai timur, kemudian daerah Kalbar, kemudian lubang jalan-jalan tikus itu dijadikan kesempatan untuk masuk," jelas Idham.
Menurut Idham, selama hampir satu bulan wabah corona di Indonesia, kepolisian masih tetap bisa mengungkap kasus-kasus penyelundupan narkoba di beberapa wilayah Kepolisian Daerah (Polda). (mjo/wis)