Idham mengatakan tindakan represif yang dimaksud bisa berupa penahanan terhadap seseorang. Meski demikian, tindakan itu adalah opsi terakhir.
"Upaya yang kami lakukan, itu jalan paling terakhir (adalah) upaya represif," kata Idham saat rapat kerja virtual dengan Komisi III DPR RI yang disiarkan Youtube dan dikutip dari Antara, Selasa (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingatkan kepada anggota kami untuk selalu melakukan yang terbaik dan lebih humanis lagi," ujar Idham.
Oleh karena itu, ia mengatakan hampir setiap hari berkoordinasi lewat telekonferensi dengan Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di pusat dan daerah mengenai langkah-langkah dan SOP yang akan dilakukan mengenai penanganan COVID-19.
"Hampir setiap hari kami mengeluarkan arahan untuk dikerjakan oleh teman-teman di wilayah. Itu sudah sangat-sangat upaya terakhir kalau penahanan," ucap Idham menegaskan.
Presiden Joko Widodo baru saja menetapkan status kedaruratan kesehatan di Indonesia berkenaan dengan pandemi virus corona (Covid-19). Jokowi juga memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai tindak lanjut dari status kedaruratan kesehatan.
Merujuk UU No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, PSBB meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.
Virus corona sendiri sejauh ini telah menginfeksi 1.528 orang di Indonesia per Selasa (31/3). Sebanyak 136 di antaranya meninggal dunia dan 81 sembuh dari Covid-19.