PBNU Minta Warga Tak Menolak Pemakaman Jenazah Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 14:46 WIB
Ketua PBNU Said Aqil Siroj mengingatkan umat Islam harus menghormati setiap jenazah, termasuk jenazah kasus positif virus corona. Ilustrasi pemakaman jenazah positif virus corona. (BAY ISMOYO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj, meminta umat islam tidak menolak pemakaman jenazah pasien virus corona (Covid-19) selama pihak rumah sakit telah menangani jenazah itu sesuai prosedur.

"Mengimbau kepada masyarakat, jangan menolak pemakaman jenazah yang meninggal akibat Covid-19, dengan syarat pihak rumah sakit yang menangani sudah betul-betul menjalankan keamanan sesuai aturan medis," kata Said, Rabu (1/4).

Said menekankan soal penanganan jenazah pasien corona sesuai prosedur keamanan medis.


Rumah sakit harus membungkus jenazah dengan plastik supaya tidak terjadi kontak langsung dengan jenazah. Setelah prosedur tersebut selesai, maka jenazah bisa dibawa ke rumah.

Untuk itu, Said meminta keluarga pasien menuruti aturan medis agar tidak terjadi penularan.

"Keluarga tidak usah membukanya (plastik jenazah) sesuai aturan medis," ujarnya. 

Said secara khusus mengingatkan umat Islam agar menghormati jenazah sesama umat, sebagaimana telah diatur sesuai syariat islam.

"Syariat Islam telah mewajibkan kepada kita, umat Islam harus menghormati jenazah, harus diperlakukan dengan baik, tidak boleh diremehkan atau mendapat penghinaan," kata dia.

Lebih lanjut ia meminta umat islam saling mendoakan pasien meninggal akibat Covid-19 supaya mati syahid.

[Gambas:Video CNN]
"Mari kita doakan, semoga orang yang meninggal karena virus corona meninggal secara syahid dan kita mendapatkan pahala karena mengantarkan (dan memakamkan) jenazah ke pemakaman dengan baik," ucapnya.

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah.

Data pemerintah per 31 Maret lalu ada 1.528 kasus positif. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 136 orang, dengan jumlah yang sembuh 81 orang. (mln/wis)