Ridwan Kamil Gelontrokan Rp16 Triliun untuk Tangani Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 22:30 WIB
Ridwan Kamil menyebut anggaran Rp16 triliun itu untuk bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak dan program padat karya usai wabah corona. Gubernur Jawa Barat RIdwan Kamil menggelontorkan anggaran Rp16 triliun untuk menangani virus corona. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 triliun untuk menangani wabah virus corona (Covid-19) di wilayah Jabar.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar rapat bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin melalui sambungan jarak jauh, Jumat (3/4).
"Nah total anggaran Jabar untuk mengatasi dampak pandemik Covid-19 ini Rp16 triliun sekian," kata pria yang akrab disapa Emil itu.

Emil menjelaskan penggunaan anggaran itu dibagi dalam dua sektor. Sektor pertama, dana akan digunakan untuk memberikan bantuan tunai dan sembako bagi warga Jabar yang terdampak mulai minggu depan.


Sementara sektor kedua dipersiapkan untuk membentuk program padat karya usai wabah virus corona berakhir di Jawa Barat.

"Rp3,2 triliun anggaran tunai dan pangan yang dibagikan secepatnya minggu depan. Dan Rp13 triliun untuk proyek-proyek padat karya," ujarnya.
Emil mengatakan realokasi anggaran APBD 2020 tersebut sudah disepakati oleh DPRD Jawa Barat. Ia merinci realokasi anggaran tersebut didapatkan dari mata anggaran yang berkaitan dengan penghentian proyek, perjalanan dinas, hingga pemotongan gaji gubernur.

"Kemudian tunjangan ASN. Kami minta juga, akan minta sumbangan dan melakukan pemotongan," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Emil menjamin bantuan tunai dan pangan nantinya akan menyasar golongan miskin dan rentan miskin yang tidak mendapat bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Ia mengaku sudah menyiapkan bantuan senilai Rp500 ribu per orang yang masuk dalam kategori miskin dan rentan miskin itu. Bantuan tersebut terdiri uang tunai Rp150 ribu dan sisanya bahan kebutuhan pokok.

"Jadi kami bagi-bagi tugas, 25 persen ke bawah oleh pemerintah pusat dan 25 persen hingga maksimal 40 persen terbawah oleh Pemda," ujarnya.

Sampai hari ini, Jumat (3/4), Jumlah kasus positif virus corona di Jawa Barat bertambah menjadi 223 orang. Dari jumlah itu ada 25 orang meninggal dunia dan 11 orang dinyatakan sembuh.
Sementara pasien positif virus corona di seluruh Indonesia sampai hari ini sebanyak 1.986 orang, di mana 181 orang di antaranya meninggal dan 134 sembuh. (rzr/fra)