Hatta Ali Pensiun, MA Gelar Pemilihan Ketua Besok

CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 20:34 WIB
MA akan menggelar pemilihan ketua baru untuk mencari pengganti Hatta Ali yang menjabat ketua sejak 2012. Ilustrasi gedung Mahkamah Agung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahkamah Agung akan menggelar pemilihan ketua baru untuk mencari pengganti Ketua MA, Hatta Ali, yang telah menjabat selama dua periode sejak 2012 lalu.

Dalam Surat Edaran bernomor 3 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Sekretaris MA, Agung AS Pudjoharsoyo memastikan bahwa pemilihan akan tetap digelar pada Senin (6/4) pagi meski wabah corona tengah terjadi di Indonesia.


"Menindaklanjuti keputusan rapat pleno Mahkamah Agung tanggal 2 April 2020, bahwa pemilihan Ketua Mahkamah Agung RI dilaksanakan pada Senin, 6 April 2020, pukul 10.00 WIB bertempat di ruang Prof. Kusumaatmaja, Gedung Mahkamah Agung," seperti tertera dalam Surat Edaran.


Meski begitu, dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa pemilihan Ketua MA ini tak akan dihadiri langsung oleh aparatur peradilan pada satuan kerja pusat dan daerah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau dikenal dengan nama COVID-19.

"Benar, surat edarannya sudah saya bagikan. Besok pelaksanaannya live streaming jam 10.00 WIB. Siapapun bisa menyaksikan," kata Abdullah saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (5/4).

[Gambas:Video CNN]

Pemilihan Ketua MA ini pun hanya akan dihadiri oleh pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di Mahkamah Agung.

Hatta Ali sendiri telah menjabat sebagai Ketua MA selama dua periode, yakni pada 2012-2017 dan terpilih kembali untuk masa jabatan 2017-2022. Hanya saja di periode kedua ini, Hatta Ali justru memasuki masa pensiun di tahun ketiganya menjabat, yakni pada 7 April 2020 lantaran dia telah berusia 67 tahun.

Sementara itu, salah satu syarat untuk menjadi Ketua Mahkamah Agung adalah masih menjabat sebagai hakim agung sehingga pemilihan dilakukan sebelum ia memasuki masa pensiun.


Lebih lanjut, meski pemilihan hanya dihadiri oleh beberapa pihak saja, pelaksanaan pemilihan tetap bisa diikuti oleh masyarakat secara terbuka melalui platform siaran video yang disediakan oleh lembaga tersebut. (tst/ayp)