"Siapapun yang terpaksa bepergian harus hati-hati, penderita positif Covid-19 tanpa gejala ini 60-70 persen," ujar dia, saat menjawab soal antisipasi mudik saat pandemi Corona, dalam siaran langsung di BNPB, Senin (6/4).
Penderita Covid-19 tanpa gejala ini, lanjutnya, bisa saja menularkan virus lewat percikan droplet yang dikeluarkan saat bersin atau batuk. Percikan ini kemudian bisa mengenai orang lain sehingga menyebarkan virus ini .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat edaran tersebut, Tito menginstruksikan kepala daerah agar mengimbau warganya tidak mudik atau pulang kampung.
[Gambas:Video CNN]
"Dalam hal masyarakat terlanjur mudik, maka kepada masyarakat pemudik yang tiba di daerah tujuan mudik untuk melakukan isolasi mandiri sebagai orang dalam pemantauan (ODP) sesuai dengan protokol kesehatan," ujarnya dalam instruksi tersebut.
Sementara, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menyebut ada risiko tinggi melakukan mudik di hari raya Idul Fitri tahun ini. Jika dirata-ratakan, setiap desa akan menerima 1.200 hingga 1.300 pemudik pada lebaran kali ini.
"Menurut hemat kami terlalu beresiko membiarkan desa menerima arus mudik," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (6/4).
Diketahui jumlah desa di pulau Jawa di Luar Jakarta berjumlah total 15.470 desa. Rinciannya, Banten 1.237 desa, Jawa Barat 5.311 desa,
Jawa Tengah 7.808 desa, DI Yogyakarta 391 desa, dan Jawa Timur 7723 desa.
"Mitigasi resiko harus akurat. Jangan biarkan desa menerima beban di luar kemampuannya. Jangan biarkan desa menanggung resiko," pungkas Budi.
(mel/arh)