Pil Pahit PKS yang Kalah Telak di Pemilihan Wagub DKI

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 19:09 WIB
Setelah perjalanan panjang dan berliku PKS mengincar kursi Wagub DKI, mereka pun harus merelakan itu kembali jatuh ke tangan kader Gerindra. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berfoto bersama Wagub DKI terpilih di DPRD DKI Jakarta, Ahmad RIza Patria. (ANTARA FOTO/Deka Wira S)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus legowo menerima kenyataan kalah dari Partai Gerindra di Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam proses pemilihan di DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4), PKS yang mengusung Nurmansjah Lubis kalah dari Gerindra yang mendorong kadernya, Ahmad Riza Patria.


Hasil pemilihan hari ini, Riza berkibar dengan meraup 81 suara, sementara Nurmansjah harus gigit jari dengan memperoleh hanya 17 suara.


"Berdasarkan hasil perhitungan suara Wagub DKI Jakarta dengan sisa masa jabatan 2017-2022 menetapkan saudara Ahmad Riza Patria menjadi Wakil Gubernur DKI sisa masa jabatan 2017-2022," kata Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang dilanjut dengan ketok palu tiga kali sebagai tanda pengesahan hasil tersebut.

Merunut ke belakang, perjuangan PKS untuk mendapat kursi di Wakil Gubernur DKI Jakarta cukup panjang dan berliku. Setelah Sandiaga Uno mundur pada 27 Agustus 2018 demi mengikuti Pilpres 2019, posisi Wakil Gubernur DKI pun menjadi kosong.

Sebelumnya, setelah Sandiaga yang merupakan kader Gerindra itu mundur dari kursi Wagub DKI, PKS berhak untuk mengusulkan nama pengganti. Di awal perhelatanya, PKS-Gerindra pun banyak melakukan uji kepatutan dan kelayakan sehingga dihasilkan dua nama yang bakal disodorkan ke DPRD DKI.

Dua nama kader PKS yang disepakati pada akhir Februari 2019 itu-- setelah rangkaian uji kepatutan dan kelayakan oleh panelis kedua partai--adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Dua nama itu pun kemudian mendapat restu dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan sudah diteruskan ke DPRD DKI Jakarta. Namun, di tengah perjalanan pembahasan Wagub ini mandek dan mulai muncul wacana pergantian dua nama tersebut.

Akhirnya, PKS mencoret nama Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu sebagai bakal Cawagub DKI dengan alasan terjadi deadlock antara partainya dan Gerindra. Alhasil, PKS pun mencari nama baru untuk disodorkan.

Tapi, PKS masih percaya bahwa Gerindra tidak akan ingkar janji soal pemilihan Wagub DKI di mana jatah itu tetap diberikan kepada mereka.

"Kita ingin Gerindra menyepakati yang telah dibuat sama PKS. Agar itu dihormati dan tidak dicederai," ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Arifin pada 8 November 2019.

Pil Pahit PKS yang Kalah Telak di Pemilihan Wagub DKIPetugas menghitung suara Pilwagub Jakarta di Gedung DPRD DKI, 6 April 2020. (ANTARA FOTO/Deka Wira S)
Kemudian, pada 29 Desember 2019, Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik menyinggung nama Ahmad Riza Patria yang bakal ditonjolka menjadi bakal cawagub DKI. Sebelumnya, tak hanya Riza, saat itu Gerindra mengusulkan Ferry Juliantono, Arnes Lukman, hingga Saefullah.

Setelah pembicaraan antara dua parpol koalisi dalam Pilgub DKI 2017 itu, muncullah nama Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria untuk diusulkan ke DPRD DKI. Tapi, kala pengumuman tersebut, PKS tak berada di tempat rilis kepada pers. PKS mengaku tak tahu dan belum berkoordinasi dengan Gerindra.

"Belum (sepengetahuan PKS). Belum (koordinasi)," kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani kepada CNNIndonesia.com, 20 Januari 2020.

Belakangan, PKS mencoba meluruskan mengenai gosip ditelikung itu dengan menyatakan pimpinan parpol kala itu sedang melakukan ibadah di tanah suci Islam di Arab Saudi. Alhasil, mereka tidak dapat menghadiri jumpa pers tersebut.

Waktu pun berjalan, Nurmansjah dan Riza mulai gemar berkeliling ke fraksi-fraksi partai di DPRD DKI untuk memperkenalkan diri. Baik Riza dan Nurmansjah saat itu percaya diri untuk meraup dukungan.

Hasilnya, di DPRD DKI pada awal pekan ini, Riza lah yang dipilih untuk mendampingi Anies di pucuk pengelolaan DKI Jakarta.

Melalui akun media sosial Instagramnya, Nurmansjah mencurahkan kesedihannya. Ia mengunggah sebuah foto yang berisikan 'PKS sendiri lagi'.

"PKS sendiri lagi. Sahabat sahabat taqdir berbicara bahwa Nurmansjah Lubis belum diizinkan Allah menjadi Wagub DKI Jakarta. Score 17 lawan 81 kursi PKS hanya 16 kursi. Hanya 1 suara misterius yang berpihak. Kompetisi cawagub saat ini hanya PKS yang berpihak," tulis Nurmasnjah dalam akun instagram, kopi_bang-ancah, Senin.

"Jazakallahu khoir atas doa dan dukungan semua antum," tutup Nurmansjah.



[Gambas:Instagram]


Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, maka setelah proses pemilihan hari ini, DPRD DKI akan mengirimkan surat kepada Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. Berbekal surat pemberitahuan tersebut, Pemerintah Pusat lalu akan melakukan pelantikan bagi Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih.

(ctr)

[Gambas:Video CNN]