Korpri Minta Pemerintah Tetap Bayarkan THR Pensiunan dan Guru

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 14:50 WIB
Korpri Minta Pemerintah Tetap Bayarkan THR Pensiunan dan Guru Ilustrasi PNS. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional, Zudan Arif Fakrulloh meminta pemerintah memprioritaskan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh bagi pensiunan, guru, serta PNS Golongan I dan Golongan II.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ingin mengkaji gaji ke-13 dan THR untuk ASN di tengah wabah Virus Corona, kemarin.
"Saya rasa mereka (pensiunan, guru, serta PNS golongan I dan golongan II) perlu sekali THR," ujar Zudan dalam pernyataan resminya, Selasa (7/4).

Ia menilai kelompok ini masih sangat membutuhkan THR di tengah situasi pandemi Covid-19. Sementara, kata dia, para pejabat yang berasal dari eselon I dan eselon II, kehidupannya sudah mencukupi.


Meski begitu, Zudan menilai ASN termasuk ke dalam golongan profesi yang aman ketimbang sektor lain di tengah pandemi Corona. Ia menilai sektor informal saat ini sangat terhantam perekonomiannya terhadap dampak Corona.

[Gambas:Video CNN]

"Apapun keputusan negara kami mendukung, tapi kalau bisa solidaritas ASN menyumbangkan THR-nya akan lebih baik," lanjut Zudan.

"Kalau bisa mari seluruh ASN sumbangkan kepada THR-nya untuk negara, agar negara bisa leluasa menggunakannya untuk keperluan lain," imbuhnya, yang juga menjabat Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri ini.

Namun, pada Selasa (7/4) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali memastikan anggaran THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Kepolisian sudah tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Hal ini memberi sinyal bahwa pemberian THR tetap berlangsung sesuai mekanisme awal.

Selain sumbangan dana, Zudan juga berharap ASN dapat membantu penyediaan makanan, alat pelindung diri (APD) seperti masker, sabun, hand sanitizer .

"Bila 4,2 juta ASN menyumbangkan masing-masing Rp50 ribu/bulan, maka akan terkumpul Rp210 miliar/bulan," ujarnya berpesan.

Sebelumnya, Sri Mulyani tengah mengkaji usulan Presiden Jokowi terkait gaji ke-13 dan THR bagi ASN. Kajian dilakukan mengingat tekanan belanja pemerintah di tengah turunnya penerimaan negara.

(rzr/arh)