Riza menyatakan DKI sudah mempersiapkan anggaran khusus corona senilai Rp3 triliun. Namun anggaran itu perlu ditambah melalui dukungan pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Gerindra itu bilang ia belum bicara banyak dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait langkah PSBB. Namun Riza menilai Jakarta harus gerak cepat menjalani PSBB untuk menekan persebaran corona.
Sebelumnya, Anies telah mengumumkan rencana pemberian bantuan sosial kepada 2,6 juta warga rentan miskin yang terdampak virus corona.
Anies bilang Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Sosial telah menyiapkan sebesar Rp4,57 triliun rupiah untuk warga rentan miskin di Jakarta. Setiap orang atau keluarga rentan miskin itu akan menerima Rp880 ribu, khusus untuk bulan April dan Mei.
Warga rentan miskin yang menerima bantuan di antaranya adalah pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang bakso. Mereka adalah orang yang kehilangan pemasukan rutinnya akibat wabah virus corona.
"Mereka selama ini ada pendapatan tapi begitu ekonomi alami kontraksi, mereka langsung kehilangan pendapatan," ujar Anies.
Anies juga sudah mengirim surat ke Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk meminta restu penerapan PSBB di DKI Jakarta.
Setelah sempat direvisi, pengajuan dari DKI itu akhirnya disetujui. Terawan meneken surat dari Anies itu pada Senin (7/4) malam.
Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan, Busroni mengatakan surat persetujuan dari Menkes akan dikirim kepada Anies agar bisa segera menerapkan PSBB di wilayahnya.
Busroni mengatakan Jakarta telah memenuhi beberapa pertimbangan untuk penerapan PSBB, salah satunya adalah alasan kesehatan.
(dhf/wis)