PSBB di Jakarta, Riza Patria Harap Bantuan Dana dari Pusat

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 14:35 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza patria menyebut penanganan corona, khususnya PSBB di Jakarta harus dilakukan bersama Pemprov DKI dan pemerintah pusat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Ahmad Riza Patria mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Riza menyatakan DKI sudah mempersiapkan anggaran khusus corona senilai Rp3 triliun. Namun anggaran itu perlu ditambah melalui dukungan pemerintah pusat.

"Terkait PSBB kan lebih ketat lagi. Apakah masih perlu penambahan pembiayaan atau tidak? Kalau iya, nanti pembiayaannya dari mana? Kan tidak bisa semua diatasi oleh DKI," kata Riza kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/4).


Riza berpendapat penanganan corona, khususnya PSBB, harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat.

Politikus Gerindra itu bilang ia belum bicara banyak dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait langkah PSBB. Namun Riza menilai Jakarta harus gerak cepat menjalani PSBB untuk menekan persebaran corona.

"Kita harus siap mulai mengatur pembatasan orang keluar-masuk Jakarta, terkait peliburan kantor-kantor kerja, itu harus diatur," tuturnya.

Sebelumnya, Anies telah mengumumkan rencana pemberian bantuan sosial kepada 2,6 juta warga rentan miskin yang terdampak virus corona.

Anies bilang Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Sosial telah menyiapkan sebesar Rp4,57 triliun rupiah untuk warga rentan miskin di Jakarta. Setiap orang atau keluarga rentan miskin itu akan menerima Rp880 ribu, khusus untuk bulan April dan Mei.

Warga rentan miskin yang menerima bantuan di antaranya adalah pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang bakso. Mereka adalah orang yang kehilangan pemasukan rutinnya akibat wabah virus corona.

"Mereka selama ini ada pendapatan tapi begitu ekonomi alami kontraksi, mereka langsung kehilangan pendapatan," ujar Anies.

Anies juga sudah mengirim surat ke Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk meminta restu penerapan PSBB di DKI Jakarta.

Setelah sempat direvisi, pengajuan dari DKI itu akhirnya disetujui. Terawan meneken surat dari Anies itu pada Senin (7/4) malam.

Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan, Busroni mengatakan surat persetujuan dari Menkes  akan dikirim kepada Anies agar bisa segera menerapkan PSBB di wilayahnya.

"Sudah teken (disetujui) sama menkes, tinggal diserahkan dan diterapkan di Jakarta dipimpin Gubernur Anies Baswedan," ujar Busroni kepada CNNIndonesia.com.

Busroni mengatakan Jakarta telah memenuhi beberapa pertimbangan untuk penerapan PSBB, salah satunya adalah alasan kesehatan.


(dhf/wis)

[Gambas:Video CNN]