Suap Bupati Muara Enim, Anak Buah Dituntut 4 Tahun Penjara

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 01:49 WIB
Suap Bupati Muara Enim, Anak Buah Dituntut 4 Tahun Penjara Ilustrasi pengadilan. (Istockphoto/bymuratdeniz)
Palembang, CNN Indonesia -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Elfin Muchtar, terdakwa suap 16 proyek peningkatan jalan Kabupaten Muara Enim senilai Rp135 miliar dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan.

Elfin merupakan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim yang menjadi perantara antara Bupati nonaktif Muara Enim Ahmad Yani yang menerima suap dengan kontraktor Robi Okta Fahlevi sebagai penyuap.


Hal tersebut diungkapkan JPU KPK Roy Riyadi saat sidang virtual secara online, Selasa (7/4). JPU bersama majelis hakim menggelar sidang di PN Tipikor Palembang sementara terdakwa bersama penasehat hukum berada di Rutan Kelas 1A Pakjo Palembang.


JPU Rou berujar, pihaknya menuntut Elfin dengan pasal 12 huruf a UU nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Terdakwa Elfin MZ Muchtar terbukti selama persidangan dari keterangan saksi dan bukti petunjuk telah menyalahi wewenangnya. Adapun tuntutan yang diberikan kepada terdakwa yakni penjara selama 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan," ujar Roy.

Roy menjelaskan, Elfin merupakan kaki tangan Ahmad Yani yang ditangkap lembaga antirasuah tersebut dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama seorang kontraktor Robi Okta Fahlefi pada 2 September 2019 lalu. Barang bukti yang disita dalam operasi senyap tersebut uang tunai sebesar 35.000 dolar AS.

Selama ungkap fakta dipersidangan, Elfin terbukti memiliki peran sebagai penghubung antara kontraktor dengan Bupati Muara Enim Ahmad Yani dan Wakil Bupati Juarsyah untuk mencarikan kontraktor yang bersedia mengerjakan 16 proyek pengerjaan jalan senilai Rp135 miliar.

Elfin mencari kontraktor yang bersedia memberikan commitment fee sebesar 15 persen di awal untuk pengerjaan 16 proyek jalan di Kabupaten Muara Enim.

"Saat itu hanya Robi kontraktor yang menyetujui pembayaran fee di muka. 10 persen untuk Bupati, 5 persen untuk Kadis PUPR dan Ketua DPRD Muaraenim," ungkap Roy


Di luar 15 persen fee proyek, Elfin dan Robi melakukan kesepakaran lain. Pembagian juga dilakukan kepada Wabup Muara Enim dan 25 anggota DPRD Muara Enim. Dalam aksinya menjadi penghubung, Elfin mendapatkan uang sebesar Rp 1 miliar dari Robi, tanah senilai Rp2 miliar, tas dan sepatu mewah senilai Rp25 juta.

"Pemberian uang suap ada diberikan dari terdakwa Elfin dan ada juga diserahkan langsung oleh Robi. Ahmad Yani, dan Juarsah juga menerima suap dalam bentuk uang, kendaraan, dan tanah," ungkap dia.

Sementara Penasehat Hukum Elfin, Gandi Arius menyatakan akan mengajukan pembelaan atas tuntutan tersebut.

"Kami akan ajukan pledoi pada sidang selanjutnya," kata dia.  (idz/fea)

[Gambas:Video CNN]