Ribuan Warga Kota Sorong Serbu Pasar di Tengah Wabah Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 11:15 WIB
Ribuan warga menyerbu Pasa Remu, Kota Sorong, Papua Barat, karena mendapat informasi soal penghentian aktivitas selama tiga hari, 10-12 April 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Aini Putri Wulandari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan warga Kota Sorong, Provinsi Papua Barat berbondong-bondong berbelanja di Pasar Tradisional Remu lantaran mendapat informasi penghentian aktivitas selama tiga hari, 10-12 April 2020, di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Terjadi kemacetan kendaraan di sekitar Pasar Remu, Kamis (9/4). Masyarakat pun berdesak-desakan membeli kebutuhan pokok, terutama bahan makanan.
Masyarakat tak peduli lagi dengan imbauan jaga jarak selama wabah virus corona karena takut tak dapat membeli kebutuhan pokok selama tiga hari ke depan.

"Saya mendapat informasi dari keluarga serta mengikuti di media sosial seluruh aktivitas di Kota Sorong akan tutup selama tiga hari sehingga saya bersama keluarga datang ke pasar berbelanja untuk kebutuhan tiga hari ke depan," kata Rina Amelia warga Malanu, Kota Sorong.


Rina mengatakan bukan keluarganya saja yang datang berbelanja ke pasar, tetapi tetangga di sekitar rumahnya juga berbondong-bondong membeli kebutuhan untuk tiga hari ke depan.
Pedagang sayur di Pasar Remu, Amiruddin mengaku juga mendapat informasi tak ada aktivitas selama tiga hari, mulai besok sampai 12 April 2020. Namun, belum ada surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sorong.

"Tetapi besok Jumat (10/4) saya tidak berjualan karena secara nasional hari libur atau tanggal merah dimana umat Kristen merayakan hari keagamaannya," ujar Amiruddin.

Sementara, Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Rudy R Laku mengatakan imbauan Wali Kota Sorong terkait penghentian aktivitas total selama tiga hari belum pasti karena masih menunggu hasil rapat dengan Muspida.

Tidak hanya Pasar Remu, Kota Sorong, Pasar Ikan Jembatan Puri dan Pasar Tradisional Boswesen juga dipadati ribuan pembeli sejak pukul 06.00 WIT.
Sebelumnya, Juru bicara pemerintah khusus penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Selain dua daerah di Papua Barat itu, Kabupaten Mimika, Papua juga mengajukan penerapan PSBB.

Sejauh ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto baru memberikan izin PSBB di DKI Jakarta. Sementara sejumlah daerah penyangga Jakarta, kata Yurianto, juga telah mengajukan penerapan PSBB yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, namun belum ada persetujuan. (Antara/fra)

[Gambas:Video CNN]