Salah satunya Ketua RT 08/ RW 09 Kelurahan Sunter Jaya, Priok, Jakarta Utara Tri Sakti Ario yang mengaku kebingungan. Ia bingung karena mendapatkan data penerima bantuan yang berbeda-beda.
"Yang diberikan informasinya dari RW itu ada kalau enggak salah sekitar 7.475 awalnya, tapi menjadi 7.390 penerima," kata Tri kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus mundur lagi 19 April. Enggak tahu lagi nanti apakah mundur lagi atau enggak. Sampai sekarang belum ada yang dapat bantuan di RT saya," tegas dia.
"Kan janjinya pak Jokowi dan pak Anies pendatang selama punya seperti saya misalnya KTP DKI bisa tetap dapat," kata Donny kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/4).
"Tetangga seperti di rumah petak banyak juga warga pendatang mereka kebingungan enggak bisa pulang kampung dan tidak dapat bantuan. Mereka ini juga terimbas," jelas dia.
Belakangan, Donny mengatakan pihaknya sudah didata kembali oleh RT untuk mendapatkan bantuan. Namun pendataan itu masih dalam tahap usaha inisiatif warga untuk diajukan ke Kelurahan.
"Katanya RT enggak bisa bantu banyak, cuma data saja dulu nanti diusahakan. Ya enggak tahu dapat atau enggak jadinya," tegas dia.
[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, Donny bercerita banyak tetangga di sekitarnya yang mendapatkan bantuan di waktu tengah malam. Mulanya warga sekitar rumah Donny dijanjikan mendapatkan bantuan pada tanggal 11 April lalu.
"Tapi dibagikan jam 1 malam tanggal 12 lah berarti. Kalau bisa pembagian dilakukan di jam normal lah. Belum lagi banyak warga yang cerita enggak dapat sarden dan maskernya berantakan," ujar dia.
Ia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang turut terimbas karena PSBB. Ia juga meminta pemerintah bekerja sama dengan warga agar mendapatkan data yang pasti penerima bantuan tersebut.
"Jadi setahu saya RW juga bingung tiba-tiba sudah diberikan list penerima bantuan. Artinya parameter apa yang dipakai. Semoga bisa cepat selesai ini semua," tutup dia.
CNNIndonesia.com sudah mencoba untuk menghubungi Dinas Sosial DKI untuk mengonfirmasi terkait kondisi ini. Namun hingga kini Dinas Sosial DKI belum memberikan respons terkait keluhan masyarakat di lapangan. (ctr/ain)