Di balik Video Viral Massa Ojol Surabaya Kerumuni Truk Beras

CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 05:09 WIB
Truk yang dikerumuni diketahui membawa paket sembako yang semula akan dibagikan. Pembagian sembako dibubarkan polisi karena memicu kerumunan orang. Foto ilustrasi ojol. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Surabaya, CNN Indonesia -- Sebuah tayangan video yang memperlihatkan ratusan ojek online (ojol) berkerumun di jalan hingga menghadang sebuah truk pengangkut sembako, beredar di media sosial. 

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @dramaojol.id. Unggahan itu pun ramai menuai ribuan respon dan komentar publik. 

"Mobil truk membawa beras sembako untuk ojol, yang tadinya tertib karena diberhentikan oleh pihak polisi jadinya kawan-kawan ojol berinisiatif dengan spontan untuk menutup jalan di depan Mal Galaxy," suara dalam video tersebut. 


Lokasi tersebut diketahui berada di depan Galaxy Mal, Dharmahusada Indah Timur, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa terjadi pada Jumat (10/4) pagi pekan lalu.

[Gambas:Instagram]

Kapolsek Mulyorejo Komisaris Enny P Rustam mengatakan kejadian itu bermula, saat sebuah klub senam menggelar kegiatan bagi-bagi sembako bagi masyarakat.

"Komunitas senam pagi di Galaxy Mal tanpa izin melaksanakan giat bagi-bagi paket 1000 sembako," kata Enny dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (13/4).

Aksi bagi-bagi sembako itu kemudian memicu penumpukan pengemudi ojol yang mengantri di sepanjang jalan depan Galaxy Mal. Enny menyebut jumlahnya sekitar 150 orang.

"Saat itu sudah lebih kurang 150 ojol yang sudah antri dan mereka berkerumun. Dengan cepat saya kerahkan petugas saya untuk melakukan pembubaran," katanya. 

Pembubaran itu pun dilakukan lantaran kepolisian menganggap aksi bagi-bagi sembako tersebut berpotensi mengumpulkan banyak massa. Dan hal itu tak sesuai anjuran physical distancing di tengah wabah virus corona (Covid-19). 

"Kita hentikan karena situasi rame begitu. Bagaimana pun kondisinya kan harus physical distancing. Panitia kita imbau untuk untuk door to door atau hunting. Akhirnya panitia langsung bubarkan diri," ujarnya. 

Para ojol yang terlanjur antri pun sempat bereaksi dengan melakukan pengadangan truk pembagi sembako. Namun, Enny membantah bahwa saat itu terjadi kerusuhan. Situasi kata dia berjalan kondusif tak lama setelahnya.

"Jadi tidak benar kalau ada narasi ojol membajak, mencegat, tidak ada itu, tidak rusuh. Semua bisa kondusif," kata dia.

Sementara itu, Humas Forum Gabungan Driver Online (Forgab DO) Jawa Timur David Walalangi, membantah bahwa massa ojol melakukan penutupan jalan saat kejadian. 

Saat itu kata David, mulanya aksi bagi-bagi sembako tersebut berjalan lancar. Namun lantaran ketidak siapan panitia, terjadilah penumpukan massa.

"Awalnya berjalan lancar, ada klub senam bagi-bagi sembako, truk dipinggir jalan. Berjalannya waktu panitia sedikit dan tidak (bisa) mengatasi. Posisinya dilihat oleh Kepolisian, maka dibubarkan lah," kata dia. 

Saat dibubarkan, sejumlah ojol masih berusaha menahan laju truk pembagi sembako tersebut, bukan memblokade jalan apalagi hingga membajak truk.

"Mungkin yang belakang juga emosi, mereka gak nutup jalan kok, mereka menahan sebenarnya supaya truk itu gak pergi, karena truk itu isi beras semua," kata David. 

Hal itu menurutnya wajar jika dilakukan lantaran kondisi perekonomian yang tengah menghimpit. Ia meminta panitia bisa lebih bersiap atau berkoordinasi dengan organisasi ojol agar aksi tersebut bisa lebih tertata ke depannya. 

"Masyarakat sudah sangat kelaparan, listrik sudah sangat menjerat, otomatis berapapun diambil mereka apalagi beras, seharusnya panitia bisa lebih siap libatkan organisasi ojek online," kata David.
(frd/sur)

[Gambas:Video CNN]