Dalam surat terkait susunan satgas, tercantum nama Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebagai Koordinator. Anggota Komisi III DPR Arsul Sani membenarkan surat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi di sebelas bidang diisi Adies Kadir (Golkar), Amir Uskara (PPP), Sari Yulianti (Golkar), Emanuel Mekindes Lakalena (Golkar) Wihadi Wiyanto (Gerindra), dan Arteria Dahlan (PDIP).
Arsul mengonfirmasi memang tidak ada perwakilan Demokrat dan PKS dalam satgas itu. Namun menurutnya ketiadaan perwakilan dua partai itu bukan karena posisi politik terhadap pemerintahan.
"Yang jelas Satgas ini bukan alat kelengkapan DPR. Jadi soal orangnya tidak terkait dengan representasi fraksi," kata Arsul melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/4).
Arsul mempersilakan jika Demokrat atau PKS ingin mengirimkan wakilnya. Dia bilang siapapun bisa bergabung dengan menghubungi Koordinator Satgas Dasco.
Namun Jazuli tak mau ambil pusing. Dia menyampaikan Fraksi PKS telah memulai aksi nyata menangani corona lebih dulu lewat pemotongan gaji sejak Maret 2020. Dia juga mengapresiasi langkah pembentukan satgas tersebut.
"Iya, tidak masuk dan kita enggak tahu juga dasar pembentukannya serta mekanismenya. Kayaknya juga, mungkin itu satgas koalisi kali, bukan satgas DPR," ucap Jazuli kepada wartawan, Senin(13/4).
Senada, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan juga mengatakan partainya telah melakukan aksi lebih dulu. Dia tidak mau terlalu mempermasalahkan pembentukan satgas.
"Bagi kami yang terpenting kami (Partai Demokrat) sudah jalan. Sudah terjun langsung. Nah yang kedua, dalam keadaan seperti ini kita harus menggalang persatuan dan kesatuan sama-sama," ucap Syarief kepada wartawan, Senin (13/4).