Bukan cuma mengangkat peti dan menurunkan ke liang lahat, petugas kepolisian juga mengazankan jenazah pasien covid-19.
Kapolres Wonosobo Ajun Komisaris Besar Fannky Sugiharto mengatakan jumlah petugas di RSUD Wonosobo sangat terbatas. Untuk petugas yang memakamkan hanya empat orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu Fannky mengajak tiga anak buahnya untuk membantu pemakaman. Terlebih kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Pesodongan, Kecamatan Kaliwiro melintasi jalan menanjak sepanjang 200 meter.
Polisi Wonosobo menguburkan jenasah pasien covid-19. (CNNIndonesia/Damar Sinuko) |
"Saya mengajak beberapa anggota, lepas seragam dinas dan berganti APD terus angkut peti dan kuburkan korban," ujarnya.
Ia mengatakan, apa yang dilakukan anggota Polres Wonosobo ini atas alasan kemanusiaan.
"Ini tulus kami lakukan untuk kemanusiaan demi ketenangan dan memberikan rasa nyaman kepada warga," ujarnya.
Namun kondisinya kian memburuk. Pasien kemudian meninggal dunia setelah dibawa pulang ke Wonosobo.
Polisi Wonosobo menguburkan jenasah pasien covid-19. (CNNIndonesia/Damar Sinuko)