Koordinator Satgas Kewaspadaan Covid-19 UM, Markus Diantoro menyebut dosen terjangkit virus corona itu merupakan warga Kabupaten Malang, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markus menambahkan Satgas Kewaspadaan Covid-19 UM, telah melakukan pelacakan atau tracing terkait riwayat kontak erat, termasuk yang berada di lingkungan Universitas Negeri Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo membenarkan bahwa seorang dosen Universitas Negeri Malang itu, merupakan salah satu dari 11 pasien positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang.
Arbani menjelaskan, saat ini kondisi pasien telah membaik, dan tidak lagi dirawat di rumah sakit. Pasien tersebut, saat ini menjalani karantina rumah, di safe house milik Pemerintah Kabupaten Malang.
"Mulai kemarin sudah karantina rumah, dan kami tempatkan di safe house Kabupaten," kata Arbani.
Asrama Haji Sukolilo Surabaya menjadi salah satu dari 23 klaster penyebaran virus corona di Jawa Timur. Klaster ini tercatat paling banyak menyumbang kasus positif.
Pada 6 April, klaster ini menyumbang 20 kasus positif. Kemudian, pada Senin (13/4), seorang warga Pamekasan juga dinyatakan positif corona tertular dari klaster Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Selain itu, Surat Edaran Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 juga baru diterbitkan pada tanggal yang sama. (antara/wis)