Hal tersebut disampaikan Yurianto lewat konferensi pers di BNPB, Rabu (15/4).
"Kita harus menuju target 10 ribu tes PCR tiap hari, dengan mengaktifkan 78 laboratorium," ujar Yurianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping peningkatan alat tes PCR, Yurianto juga mengatakan perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mempercepat pengiriman spesimen ke laboratorium uji.
Dalam pemaparannya, Yurianto menjelaskan telah menyiapkan sebanyak 305 dari 905 mesin alat tes cepat molekuler untuk pemeriksaan Covid-19. Pihaknya tinggal menunggu datangnya cartridge atau salah satu komponen dalam mesin tes yang berperan melacak keberadaan antigen virus corona dalam cairan spesimen.
"Tinggal menunggu cartridge Covid-19," terangnya.
Yurianto juga mengatakan terdapat 800 rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit TNI dan rumah sakit Polri serta rumah sakit swasta yang telah melakukan perawatan pasien Covid-19.
Pemerintah juga membangun rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19. Diantaranya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang menyediakan dua ribu tempat tidur dan RS Darurat Pulau Galang yang memiliki 400 tempat tidur.
Perlu diketahui, rumah sakit rujukan untuk virus corona hanya merawat pasien dengan tingkat keparahan ringan hingga berat. Sedangkan untuk rumah sakit darurat merawat pasien Covid-19 kasus ringan hingga sedang.
"Harapannya maka RS rujukan untuk memberikan layanan bagi pasien sedang hingga berat," ucapnya.
Hingga hari ini, Rabu 15 April 2020, pasien ODP Covid-19 berjumlah 165.459 dan PDP sebanyak 11.165 orang. Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 5.136, sebanyak 446 diantaranya dinyatakan sembuh, sementara 469 jiwa dinyatakan meninggal dunia. (mln/ain)