"Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Depok akan segera melakukan evaluasi intensif pelaksanaan PSBB di hari pertama ini, selanjutnya untuk mengambil langkah-langkah pengaturan yang lebih tegas," kata Idris dalam keterangannya, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari evaluasi hari pertama penerapan PSBB di Kota Depok, Idris mengatakan masih banyak menemukan warga yang tak mematuhi aturan PSBB. Mulai dari tak menggunakan masker, berboncengan saat berkendara sepeda motor, hingga warga yang masih melakukan kerumunan.
Lewat check point tersebut, pemantauan dilakukan dengan menindak para pengendara yang tak mematuhi aturan PSBB, misalnya tak mengenakan masker, sarung tangan, maupun pengendara yang tak mematuhi pembatasan 50 persen dari kapasitas untuk mobil.
Kapolresta Depok, Azis Andriansyah menuturkan, pihaknya telah menerjunkan lebih dari seribu personel di sejumlah check point untuk mengawal penerapan PSBB di Kota Depok.
"Personel 1.854. Pemeriksaan di beberapa check poin," ujarnya lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/4).
Kota Depok, dengan demikian kini berada di bawah DKI Jakarta sebagai wilayah dengan angka kasus positif terbanyak se-Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 15 kasus. (thr/wis)