Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tidak Terdengar Dentuman
CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2020 16:56 WIB
Bandung, CNN Indonesia -- Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, mengalami erupsi pada Kamis (16/4) pukul 14.47 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyebutkan, tinggi kolom abu tidak teramati saat terjadinya erupsi.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi kurang lebih 25 detik," kata Kepala PVMBG Kasbani dalam keterangan tertulis.
Selain itu, Kasbani juga mengatakan tidak ada suara dentuman saat erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau.
"Tidak terdengar suara dentuman," katanya singkat.
Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada status Level II atau Waspada.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah.
(hyg/sur)
[Gambas:Video CNN]
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi kurang lebih 25 detik," kata Kepala PVMBG Kasbani dalam keterangan tertulis.
Selain itu, Kasbani juga mengatakan tidak ada suara dentuman saat erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada status Level II atau Waspada.
[Gambas:Video CNN]