"Pemerintah harusnya melakukan evaluasi serius WFH di Kemenaker untuk antisipasi buruh yang terkena PHK," ujar Ilhamsyah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (17/4).
Selain evaluasi WFH, Ilhamsyah juga meminta Disnaker di tingkat provinsi untuk melakukan evaluasi kinerja, tertuma di DKI Jakarta. Dia menilai angka PHK buruh di Jakarta terbilang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa ada beberapa orang yang masuk untuk menangani itu," ujarnya.
Demo buruh di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dalam kondisi wabah seperti ini, buruh butuh perlindungan dan kepastian hukum, kalau petugas Kemenaker dan Disnaker melakukan WFH, kita mau minta perlindungan kemana lagi?" ucapnya.
Menurutnya, apabila fungsi pengawasan tidak berjalan hanya karena WFH, hal itu akan membuat banyak buruh diperlakukan tidak adil atas PHK sepihak.
Sebelumnya Direktur Jenderal Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Satrio Lelono mencatat jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan mencapai 2,8 juta sebagai dampak ekonomi di tengah wabah virus corona (Covid-19).
Melalui konferensi jarak jauh, ia mengatakan jumlah tersebut berasal dari pekerja formal dan nonformal. "Saat ini 2,8 juta bisa lebih dan akan terus bertambah," ujarnya, Senin (13/4).
Demo buruh di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)