Fajar Fadhilah, salah satu pegawai swasta di Jakarta mengaku tidak merasakan hal yang jauh berbeda dibanding hari-hari biasanya. Dari tempat tinggalnya di Bogor hingga tempat kerja di Jakarta, ia masih bisa menjalani aktivitas tanpa terhambat aturan-aturan dalam PSBB.
"Saya tidak merasa dihambat sama sekali pergerakannya, masih bebas-bebas saja apalagi kalau lewat jalan tol," kata Fajar kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perlu yang mau kerja wajib disertai surat pengantar dari kantor untuk memastikan orang itu emang di bagian yang enggak bisa diliburkan," ujar Stefani.
"Aspek penegakan hukumnya. PSBB akan efektif apabila dilaksanakan ada penegakan hukum," ujar Trubus saat dihubungi CNNIndonesia.com.
PSBB di ibu kota belum efektif karena masih banyak warga Bodetabek yang pergi bekerja ke Jakarta (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Mereka yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan berupa PSBB, bisa dipidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.
Sejauh ini, belum ada pihak yang dikenakan sanksi tersebut. Pelanggar PSBB baru sebatas diberi teguran dan harus menyatakan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
Trubus juga menyoroti tingkat kedisiplinan warga yang relatif rendah. Menurut dia, kegiatan di tempat umum selama PSBB memang sudah cukup menurun. Namun, di wilayah permukiman, warga masih banyak yang berkerumun.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Padjajaran Yogi Suprayogi juga berpendapat serupa. Pelaksanaan PSBB masih belum efektif karena masyarakat tidak disiplin.
Terlihat dari warga di daerah penyangga, yakni Bodetabek, yang masih beraktivitas di Jakarta. Menurutnya, laju penyebaran virus corona sulit ditekan jika itu masih terjadi.
"Di sini masih banyak masyarakat bandel, terutama masyarakat dari Bogor, Depok, Bekasi. Belum disiplin," jelas Yogi.
Pelibatan personel TNI yang lebih banyak diniliai bisa membuat warga lebih disiplin saat PSBB berlaku (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Ia pun menyarankan agar pemerintah lebih banyak menerjunkan personel TNI untuk ikut berperan dalam menjaga pelaksanaan PSBB. Menurut dia, dalam kultur masyarakat Indonesia, figur TNI masih cukup disegani, sehingga masyarakat bisa menaati aturan dalam pelaksanaan PSBB.
"Untuk menjaga sanksi dan pendisiplinan, menurut saya harus ada tentara di situ. Dalam kultur masyarakat kita, TNI masih cukup disegani," tegasnya.
(dmi/bmw)
PSBB di ibu kota belum efektif karena masih banyak warga Bodetabek yang pergi bekerja ke Jakarta (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Pelibatan personel TNI yang lebih banyak diniliai bisa membuat warga lebih disiplin saat PSBB berlaku (CNN Indonesia/Andry Novelino)