Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 UIN Ar-Raniry, Ibnu Sakdan mengatakan ketiga mahasiswa itu masih aktif menempuh pendidikan di kampusnya.
Dari informasi yang diperoleh Ibnu, sebelumnya tiga mahasiswa itu tidak pulang ke Malaysia lantaran kebijakan lockdown di Negeri Jiran. Selain itu, ada kebijakan rektor UIN Ar-Raniry agar mahasiswa tidak pulang kampung halaman masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, pada 16 April 2020 menuju Bandara Kuala Namu, Medan untuk transit. Kemudian mereka melanjutkan penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia.
"Dugaan kita, di Medan mereka kena (virus corona) saat transit," kata Ibnu.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) berhasil mendeteksi kluster Covid-19 yang baru pulang dari pintu kedatangan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 16 April lalu. Hasilnya 65 orang diidentifikasi terpapar virus corona. Dari jumlah itu, 43 orang dari Jawa Timur, tiga dari Aceh, satu dari Turki dan satu orang dari Kalimantan. (dra/fra)