Potensi perpanjangan PSBB tersebut, kata Anies, akan terjadi andai angka positif virus corona (Covid-19) di wilayah Ibu Kota RI itu terus meningkat. Sebaliknya, bila kasus tidak meningkat, maka transisi new normal bisa dilakukan setelah PSBB berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies mengatakan andai PSBB terpaksa diperpanjang lagi karena kasus meningkat, maka proses pencegahan pandemi corona bukan tidak mungkin harus dilakukan dari awal lagi. Bahkan, tegasnya, lebih ketat sebelum PSBB dilakukan di DKI Jakarta.
Untuk itu, Anies meminta masyarakat ibu kota agar bisa tetap disipilin menjalankan ketentuan PSBB selama masa pandemi corona. Salah satunya agar tidak keluar rumah bila tidak dalam kondisi mendesak. Sementara untuk pekerja, hanya dibolehkan untuk sektor-sektor industri tertentu. Misalnya, kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik, konstruksi, dan perhotelan.
Masa PSBB di DKI sendiri telah diperpanjang hingga 4 Juni mendatang. Ia pun menyoroti mengenai masa berakhirnya PSBB Jakarta yang beririsan dengan arus balik hari raya Idulfitri. Oleh karena itu, kata dia, Pemprov DKI mengeluarkan kebijakan agar orang yang keluar masuk Jakarta harus memiliki surat izin, terutama bagi mereka yang karena pekerjaannya pada sektor yang dikecualikan harus ada di ibu kota RI tersebut.
"Kebijakannya tegas seperti tertulis di sini tidak mudik. Jadi yang berpergian adalah karena kedinasan. Begitu juga dengan yang akan masuk Jakarta, yang diizinkan masuk ke Jakarta adalah mereka-mereka yang karena pekerjaannya mengharuskan berada di Jakarta dan sektor yang diizinkan ketentuan," ujar Anies.
"Hampir 60 persen masyarakat di Jakarta tidak bepergian, tetap berada dalam rumah. Kendaraan pribadi pun tinggal 45 persen," tuturnya.
Kemudian, kata dia, jumlah penumpang MRT tinggal 5 persen. Sementara jumlah penumpang bus sekitar 10-12 persen.
"Artinya ada penurunan yang sangat signifikan apa yang sudah kita kerjakan," pungkasnya.
Saat ini, jumlah kasus positif virus corona di DKI Jakarta sebanyak 6.628 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 1.648 orang sembuh dan 506 orang meninggal.