Komisaris Pelindo, Irma Diminta Mundur dari Pengurus NasDem

CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2020 19:41 WIB
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (24/11) Pengurus Partai NasDem yang juga eks Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menyarankan Irma Suryani Chaniago mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPP Partai NasDem jika menerima jabatan Komisaris Independen PT Pelindo I.

Trubus mengatakan Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-03/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN melarang pejabat partai politik menduduki kursi dewan komisaris atau dewan pengawas. 

"Kalau hanya kader boleh, Irma Caniago kan pengurus. Itu harus mengundurkan diri ketentuannya. Waktu Ahok kan kader biasa dia," kata Trubus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/4).


Trubus menyebut sampai saat ini tidak ada larangan kader partai politik menjabat di BUMN. Sehingga menurutnya, Irma tak perlu keluar dari Partai Nasdem, hanya perlu melepaskan jabatan struktural.
Selain itu, Trubus juga menyarankan Irma membenahi masalah-masalah klasik di Pelindo, seperti penimbunan peti kemas di pelabuhan atau dwelling time. Hal itu perlu dilakukan untuk menjawab keraguan publik.

"Ya mungkin kan dimasukkan ke situ karena dulunya Jubir TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf). Sekarang harus kerja profesional agar membenahi pelayanan publik," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Irma mengatakan dirinya tidak berencana mengundurkan diri dari Partai Nasdem. Irma beralasan dirinya merupakan salah satu pendiri Partai Nasdem.
Dia juga tak bicara soal pengunduran diri dari jabatan Ketua DPP Partai Nasdem. Irma hanya menyebut akan nonaktif di partai selama menjabat komisaris.

"Ya (nonaktif) sesuai dengan persyaratan BUMN. Dengan tidak aktif, artinya saya tidak bekerja untuk partai selama periode di komisaris," tulis Irma kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (22/4).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melakulan sejumlah perombakan dalam PT Pelindo I. Menjadi sorotan adalah pencopotan Refly Harun dari jabatan komisaris.

Selain itu, Erick menempatkan wajah baru di BUMN tersebut. Irma menjadi salah satu sorotan karena masih menyandang kader dan pengurus partai politik saat ini. (dhf/ain)

[Gambas:Video CNN]