"Karena elemen masyarakat bagi saya pribadi maupun anggota Polres Sumenep itu adalah rangkulan dalam kegiatan bingkai kebersamaan, bagaimana mengamankan Kabupaten Sumenep," ujar Deddy saat memberikan keterangan ihwal kasus cekcok anggotanya dengan relawan Gusdurian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deddy pun mengapresiasi kegiatan relawan Gusdurian membagikan sembako ke masyarakat di Sumenep di tengah wabah virus corona.
Menurut dia, kerja sama dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mempertahankan status Sumenep sebagai zona hijau virus corona.
"Agar Sumenep ini terus mempertahankan status zona hijau," kata Deddy.
Cekcok anggota polisi dengan relawan Gusdurian yang sedang memberikan bantuan sosial dampak virus corona di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terjadi pada Sabtu (18/4) malam lalu.
Cekcok berawal ketika salah satu anggota Gusdurian mengambil foto di Posko PAM Covid-19 Sumenep. Versi Polres Sumenep pengambilan foto dilakukan saat polisi melakukan pergantian tugas. Lalu, ada petugas yang beristirahat.
Polisi itu lantas tak terima dan menegur relawan Gusdurian hingga berujung adu mulut.
"Tidak ada suatu peristiwa pemukulan seperti yang dikatakan oleh yang bersangkutan, yang sebenarnya adalah hanya menegur dan tidak perlu lagi melakukan pemotretan," kata Deddy.
(wis)