Namun tak seperti tahun sebelumnya, kawasan yang terkenal dengan pusat jajanan takjil itu kini tampak sepi di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, para pedagang menjual kolak hingga es buah maupun gorengan. Mereka berjualan dengan menjaga jarak antara satu pedagang dengan penjual lainnya. Para pedagang juga mengenakan masker untuk menghindari penularan virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan takjil di tengah pandemi corona lebih sepi dari tahun sebelumnya. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin menegaskan pihaknya akan langsung membubarkan penjualan takjil di tempat-tempat yang dilarang.
"Kalau jualannya di badan-badan jalan, taman, trotoar, tetap tidak boleh, langsung ditindak karena dapat menimbulkan kerumunan dan membuat penyebaran virus lebih masif," kata Arifin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (24/4).
Arifin mengatakan Pemprov DKI tidak melarang penjualan takjil selama Ramadan. Pihaknya hanya membatasi lokasi untuk berjualan takjil. Tempat-tempat yang diperbolehkan antara lain di pasar-pasar dan kios. (ann/pmg)
Penjualan takjil di tengah pandemi corona lebih sepi dari tahun sebelumnya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)