BKT 'Jalur Tikus' Pemudik, Polres Bekasi Perketat Pengamanan

CNN Indonesia | Senin, 27/04/2020 15:43 WIB
Kanal banjir timur dilihat di atas udara, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 14 Juni 2018. CNNIndonesia/Safir Makki Kanal Banjir Timur. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Metro Bekasi menemukan indikasi jalur inspeksi Banjir Kanal Timur (BKT) menjadi 'jalur tikus' bagi para pemudik keluar dari Jabodetabek di tengah kebijakan larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona oleh pemerintah.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani menyebut banyak pengendara yang melewati BKT untuk menghindari pos pengamanan atau check point penyekatan laju kendaraan pemudik di jalur utama.

"Yang kami indikasikan adalah salah satunya Banjir Kanal Timur," kata Ojo kepada wartawan di Bekasi, Senin (27/4).


Dengan lewat BKT ini banyak pengendara dari Jakarta menuju arah Bekasi Utara lalu ke Jawa dengan menyisir pesisir laut.


BKT atau KBT (Kanal Banjir Timur) terbentang sepanjang 23,5 km dari Kebon Nanas, Jakarta Timur hingga Marunda, Jakarta Utara. Jalur kanal ini melintasi dua kelurahan di Jakut dan 11 kelurahan di Jaktim. Jalur inspeksi BKT ini juga menghubungkan wilayah DKI Jakarta dan Bekasi.

"Dari arah Jakarta mau masuk ke Bekasi, kemudian lanjut ke Jawa lewat pinggir laut," lanjut dia.

Meski demikian, dia tak merinci berapa banyak kendaraan yang berhasil 'ditindak' di jalur-jalur tikus untuk keluar dari wilayah Jabodetabek.

Ojo menyatakan, untuk mencegah semakin membludaknya pemudik lewat jalur-jalur tikus seperti jalur inspeksi BKT, Polres Metro Bekasi akan mengetatkan patroli di sepanjang wilayah hukum masing-masing.


"Selain patroli menjaga situasi wilayah, salah satunya adalah dengan menjaga jalan tikus. Karena, terutama pengendara motor ya, mereka tahu di jalan utama ada checkpoint, mereka cari-cari lewat jalan tikus," kata Ojo.

Selain itu, kata dia, penjagaan di check point pun dapat luput dari pengawasan karena pada prinsipnya meskipun dijaga selama 24 jam, tapi petugas pada jam-jam tertentu tetap memiliki waktu untuk beristirahat.

Oleh sebab itu, patroli yang dilakukan oleh kepolisian di tingkat Polsek pun menjadi langkah lain untuk menyaring kendaraan-kendaraan yang luput dari pos penjagaan.

"Ketika kami menemukan kendaraan yang terindikasi pelanggar PSBB, kemudian pelanggaran larangan mudik, itu kita putar balikkan di titik itu juga," ucap dia.

"Kalau jalan tol kan keluar tol ke jalan arteri. Lalau di sini langsung putar balik, meskipun bukan di titik check point," lanjutnya.


Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal Istiono sempat menegaskan pemudik yang melalui jalur-jalur alternatif alias jalur tikus di setiap perbatasan Jabodetabek tidak akan lolos dari penjagaan kepolisian.

Kata dia, pihak kepolisian sudah menyiapkan banyak titik penyekatan di sepanjang jalur Pulau Jawa.

"Akan terjaring lagi di check point berikutnya, begitu terus sampai Jawa Tengah," kata Istiono, Jumat (24/4) lalu.

Setidaknya, terdapat 58 titik check point yang berfungsi untuk menyekat laju kendaraan dari wilayah Jabodetabek menuju Pulau Jawa. (mjo/osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK