Komandan Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan (Lanal TBA), Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin mengatakan pengungkapan itu bermula dari informasi kepada Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal TBA mendapatkan informasi soal kapal bermuatan manusia yang bergerak ke arah Sungai Leidong.
Tim F1QR Lanal TBA yang menggunakan Kapal Patkamla SLG I-1-57 melakukan pencarian dan mendapati informasi soal penurunan sejumlah orang di Pantai Bersaudara, Desa Simandulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I) Laksma TNI Abdul Rasyid mengatakan, berdasarkan sejumlah kasus penyelundupan TKI ilegal, kapal asal Malaysia itu mencari alternatif lokasi menurunkan penumpang di pantai yang sulit dijangkau.
"Mereka mencoba mengelabui petugas. Ini tentu berbahaya terutama dalam masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Apabila mereka sampai lolos dan berbaur dengan masyarakat tanpa pemeriksaan kesehatan maka akan sangat berbahaya dan menjadi sebab penyebaran virus Corona," ujar dia.
Petugas medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut memeriksa suhu tubuh seorang TKI asal Malaysia, Sabtu (11/4). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana) |
"Para TKI ilegal tersebut diserahkan kepada Satgas Covid-19 Kota Tanjung Balai guna penanganan lebih lanjut serta proses karantina," tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat Yuline Marhaeni menyebut pihaknya mengarantina 138 orang pekerja migran Indonesia yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia pada Kamis (23/4).
TKI dari berbagai daerah di Indonesia itu, katanya, saat ini masih mendiami sejumlah tempat penampungan (shelter) yang disediakan oleh pihaknya.
Penampungan sementara ini dilakukan karena penerbangan komersial dan kapal penumpang baik, dari maupun ke Kalimantan Barat, disetop sementara terkait Covid-19.
"Karena ada kebijakan dari pemerintah terkait kebijakan penghentian operasional penerbangan dan kapal laut, maka untuk sementara ini mereka kami tampung, sampai ada jadwal kapal," bebernya.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Mereka tetap diberi makan selama di dalam penampungan," katanya.
Terkait dengan kondisi kesehatan para pekerja migran tersebut, Yuline menyebut mereka dalam keadaan sehat dan menjalani pemeriksaan tiap harinya.
(fnr/dho/arh)
Petugas medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut memeriksa suhu tubuh seorang TKI asal Malaysia, Sabtu (11/4). (
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian