Polisi Patroli TKI Aceh Ilegal Balik dari Malaysia

CNN Indonesia | Sabtu, 02/05/2020 09:44 WIB
TKI mengantuk saat mengantre sejak dini hari di KBRI Kuala Lumpur, Selasa (11/4). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./17. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polairud Polda Aceh melakukan patroli udara menggunakan helikopter untuk mengawasi tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Aceh yang pulang dari Malaysia secara ilegal lewat jalur laut. Pengawasan ini dilakukan di perairan pantai Barat Selatan Aceh.

Direktur Polairud Polda Aceh Kombes Jemmy Rosdiantoro mengakui, TKI dari Malaysia sering menggunakan jalur laut secara ilegal untuk menyeberang ke Aceh maupun ke daerah-daerah di Sumatera Utara. Apalagi, situasi saat ini di negeri jiran sedang menerapkan lockdown dan banyak TKI yang terjebak karena tidak adanya akses pulang.

Sehingga, katanya, mereka memilih jalur laut tanpa dokumen perjalanan yang jelas. Dengan adanya imbauan untuk tidak mudik oleh pemerintah dan demi memutuskan rantai penyebaran corona, pihaknya mengawasi kapal penyeberangan menuju ke Aceh Barat dari Simeulue dan Sibolga, Sumatera Utara.


Sejauh ini, kata Jemmy, pihaknya belum menemukan adanya dugaan kapal yang mengangkut TKI dari Malaysia. Pemantauan itu juga sudah dilakukan pihaknya di pantai Timur Aceh.

"Selama giat patroli tidak ada ditemukan TKI yang memasuki Aceh melalui laut atau secara ilegal atau jalur laut perairan Aceh," ujar Jemmy kepada wartawan, Jumat malam (1/5).


Namun, kegiatan patroli udara itu akan terus dilakukan hingga pemerintah menyatakan virus corona berakhir. Selain patroli udara, pos chekpoint yang berada di perbatasan maupun di setiap pelabuhan di Aceh, juga dipantau soal kesiapan petugas baik soal peralatan dan personel.

Jemmy mengatakan transportasi laut khususnya di Meulaboh, Aceh Barat yang menghubungkan Kabupaten Simeulue dan Kota Sibolga, Sumatera Utara masih beroperasi dan belum ada larangan soal pembatasan. Penumpang kapal di sana, juga diawasi secara ketat, mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga rapid test.


Meskipun masuk zona hijau corona, pihaknya tetap meminta warga agar tidak mudik, untuk bisa memutus rantai penyebaran corona. Namun, jika sudah diperjalanan, ia berharap pemudik agar menerapkan protokol kesehatan.

"Kapal penyeberangan menuju dan dari Simeulu dan Sibolga tetap beroperasi, serta belum ada pembatasan. Tapi kita tetap menegakkan imbauan Pemerintah untuk tidak mudik ke warga dan penumpang," ujarnya. (dra/asa)

[Gambas:Video CNN]