Update Corona Jakarta 3 Mei: 4.417 Positif, 621 Sembuh

CNN Indonesia | Minggu, 03/05/2020 13:30 WIB
Tiga petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Berdasarkan data pemerintah, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia per Kamis (30/4) secara kumulatif mencapai 10.118 orang atau bertambah sebanyak 347 kasus dari hari sebelumnya, sementara jumlah pasien sembuh mencapai 1.522 orang dan jumlah pasien meninggal sebanyak 792 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Ilustrasi pasien positif corona di DKI Jakarta. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta masih terus bertambah. Hingga Minggu (3/5), terdapat 4.417 kasus positif virus corona.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani memaparkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 621 orang dinyatakan sembuh. Kemudian, jumlah pasien meninggal sebanyak 410 orang.

"2.062 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.324 orang melakukan self isolation di rumah. Dan sebanyak 1.359 orang menunggu hasil laboratorium," kata Fify dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5).


Sementara itu, Pemprov DKI juga mencatat, orang tanpa gejala (OTG) saat ini berjumlah 1.347 orang. Kemudian, orang dalam pemantauan (ODP) sampai saat ini mencapai 6.977, dengan 6.377 sudah selesai dipantau dan 214 lainnya masih dalam proses pemantauan.


Adapun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga saat ini mencapai 6.058 orang. Fify merinci, 5.057 sudah pulang dari perawatan, dan 1.001 PDP lainnya masih dalam perawatan.

Fify melanjutkan, untuk rapid test atau tes cepat masih terus berlangsung di enam wilayah kota/kabupaten administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Total sebanyak 79.914 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen.

"Dengan rincian 3.050 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 76.864 orang dinyatakan negatif," ujarnya.


Kendati demikian, tes cepat bukan penentu utama seseorang terinfeksi virus corona atau tidak. Bagi yang dinyatakan positif berdasarkan rapid test, masih harus melanjutkan tes dengan metode swab menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Rapid test menggunakan spesimen darah untuk pengujian virus corona di tubuh seseorang. Sementara tes swab lewat PCR atau genome sequencing dilakukan dengan menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung.



(dmi/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK