Ia menceritakan kisah tersebut dalam status Facebook akun Rydha Brt, Jumat (1/5). Hingga kini status itu ditanggapi 26 ribu akun, dibagikan 10 ribu kali.
Kasus ini sendiri disebut terjadi di RSUP M Djamil Padang, Rabu (29/4). Mulanya, sang bayi yang berusia satu bulan itu mengalami sesak napas pada pukul 10.00 WIB karena tersedak setelah menyusu. Ridha kemudian membawa bayinya ke Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Pariaman pada pukul 11.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sekitar jam 14.00 WIB sampai jam 17.00 WIB tak diberi pertolongan sampai bayi meninggal," ujarnya.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Setelah bayi meninggal, kata Ridha, petugas RSUP M. Djamil meminta sampel swab anaknya. Ia menolak karena anaknya tidak demam dan tidak batuk. Ia dan suaminya pun bukan PDP.
Karena tidak menerima perlakuan RSUP M. Djamil, Ridha berencana membawa kasus itu ke ranah hukum, antara lain, melapor ke Polda Sumbar.
Sebelum merujuk pasien, katanya, RS harus memperlihatkan foto rontgen dan hasil laboratorium. Jika dinyatakan teridentifikasi dan diduga sebagai PDP, pasien boleh dikirim ke RSUP M. Djamil.
"Sisrute dikirim oleh RS Aisyiyah jam 13.34 WIB, tetapi datanya tak lengkap. Dokter jaga pagi meminta dokter jaga RS Aisyiyah untuk mengirimkan data lengkap. Namun, RS Aisyiyah tak membalas Sisrute dan langsung mengirim pasien tanpa konfirmasi ke RSUP M. Djamil," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5).
[Gambas:Video CNN]
Selanjutnya, kata Yusirwan, dokter jaga anak RSUP M. Djamil memeriksa bayi di atas ambulans dengan APD level 2. Saat itu bayi dalam keadaan sadar, sesak napas, dan terpasang infus. Setelah itu, pihaknya menyatakan bayi berstatus PDP.
"Pasien direncanakan screening Covid-19 di triase isolasi Covid-19 paru. Pasien diantar ke isolasi Covid-19 paru dengan ambulans RS Aisyiyah setelah melakukan registrasi di IGD. Namun, keluarga bayi menolak pemeriksaan tersebut dengan alasan anaknya tak menderita Covid-19," ucapnya.
Perawat di ruangan isolasi, katanya, menyebutkan ada pasien bayi berusia satu bulan berada di sana. Dokter lalu masuk untuk memeriksa bayi itu dan pengambilan sampel darah.
"Dokter memberi tahu keluarganya bahwa anaknya sudah meninggal. Penyelenggaraan mayatnya sesuai dengan standar Covid-19. Keluarga juga menolak untuk dilakukan swab," ujarnya.
(adb/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian