Dari penambahan 395 orang itu, 18 provinsi tak melaporkan kasus baru positif virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu kunci di dalam kaitan dengan memutuskan rantai pandemi Covid-19 ini adalah disiplin masyarakat untuk mematuhi aturan yang sudah diberikan oleh pemerintah," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Senin (4/5).
Lihat juga:Kota Palembang Ajukan PSBB ke Kemenkes |
Kemudian Kepulauan Riau 92 kasus, Nusa Tenggara Barat 269 kasus, Sumatera Selatan 185 kasus, Sumatera Barat 203 kasus, Sulawesi Utara 45 kasus, Sumatera Utara 129 kasus, dan Sulawesi Tenggara 64 kasus, Sulawesi Selatan 607 kasus, Sulawesi Tengah 59 kasus.
Lampung 54 kasus, Riau 58 kasus, Maluku Utara 50 kasus, Maluku 23 kasus, Papua Barat 43 kasus, Papua 240 kasus, Sulawesi Barat 44 kasus, Nusa Tenggara Timur 10 kasus, Gorontalo 15 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 22 kasus.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan kasus baru positif virus corona mengalami penurunan sekitar 11 persen.
Pemerintah juga menargetkan memiliki satu juta reagen dalam pekan ini untuk tes virus corona. Reagen merupakan cairan untuk tes virus corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR). (yoa/fra)